Japan destinations

1. Showa kinen park

Showa kinen park is a wide park filled by many beautiful flowers. This park has a good view to enjoy and see. the flowers will be changing in every seasons. This park is suit for family or couple. Showa kinen park is located in tachikawa, it takes 30 minutes from central Tokyo by train. Showa kinen park is a very popular destination to visit during spring and autumn. You can go picnic here with your friends, family, or couple while enjoying the beautiful view of this park. There are also restaurants and a BBQ area inside this park. You can also rent bicycle or go with bus here, cause this park is really huge and wide. And  this park is also complete with all kinds of facilities, including a gigantic pool, a Japanese garden, and a dog park.

             So, don’t forget to visit this park when you go to japan.

2. Sensoji temple

Sensoji temple is the oldest temple in japan. This temple built in the sixth century. Sensoji temple is very popular, this temple is crowded with many tourists. Before you come to sensoji temple, you can go shopping any souvenirs along nakamise streets.  Before, when you are out from asakusa station turn right and walk till 50 meters until kaminarimon (thunder gate) then after it we will find nakamise street then just come in and walking down the street. We could buy many thinngs during walking down in this street, until the last street of nakamise, sensoji temple will be seen. The huge red one in the middle of many buildings.

3. Matcha desserts

  If you are matcha lovers , you should try kinds of matcha desserts when you go to visit japan, cause matcha desserts in japan has different taste than others matcha desserts. Start from matcha gelato, pancake, soft ice cream, etc. you can visit matcha stall with these popular matcha desserts in  Tokyo, Asakusa, Ikebukuro, Omotesando.

4. Fujiko F Fujio museum

Are you doraemon lovers? We all know this old cartoon that is still developing until this time. So, if you go to japan you should come to Fujiko F Fujio museum. Fujiko F Fujio museum is doraemon museum, you will many doraemon statues and friends. And also places that there is in doraemon’s  cartoon.  And  there is also restaurant themed doraemon. You can try doraemon’s food such as dorayaki.

5. Tokyo Disneyland

Tokyo Disneyland is a popular amusement park in japan. Tokyo Disneyland is one of tour destination you should come. If you go to japan you should come to Tokyo Disneyland, there are many fun vehicles you can try and also there is always an amazing parade in Tokyo Disneyland you can watch and enjoy it, it will be a very wonderful memories when you watch it with your friends,couple, and family. 

6. Fushimi Inari Taisha

Fushimi Inari Taisha is one of tour destination you should come. Fushimi Inari Taisha is Shinto shrine located in Fushimiku, Kyoto. The ikon of this temple is 10000 Torii gates, 10000 Torii gates that are seen as an enterance to a sacred shrine in Shinto religion.

7. Fuji mountain

Fuji mountain is one of the most tour destination you should come. Fuji mountain is the highest mountain in japan. We can enjoy the beautiful view, and also we can do hiking. One thing that you should know before if you want to see this mountain clearly, don’t forget to check the weather to know that the weather is not foggy.

8. Dotonbori

One of the famous tourist icons in Japan is Glico Man Sign in Dotonbori area. This destination is famous as paradise of shopping, culinery, and taking photos. And the best time to visit Dotonbori is in the night, cause the view will be more beautiful because of the colorful lights that live and also the crowd. So it will be more fun.

other ways to say goodbye

   FORMAL GOODBYE

 » Used in professional situations, These goodbyes used to show more respect.

  • Goodbye
  • Have a nice day or have a good weekend/vacation
  • Thank you, I enjoyed seeing u.
  • I look forward to our next meeting
  • It was nice to see you / it was nice seeing you
  • It was nice meeting you
  • Say hello to your family for me
  • Until tomorrow
  • Keep in touch
  • It was wonderful to talk with you
  • It was great talking with you

   CASUAL GOODBYE

 » These goodbyes are very informal and should be used with people you know very well such as close friends, family, long-time work colleagues or friends you have known for a very long time.

  • bye bye
  • have a good one
  • I’m off
  • So long
  • All right then
  • I must be going
  • Later!
  • Catch you later!
  • See ya!
  • I’m outta here

Perjalanan Umroh

Umroh merupakan ibadah yang sangat didambakan oleh setiap kaum muslimin di seluruh Dunia demikian halnya di Indonesia. Bahkan sekarang ini umroh tidak hanya dilaksanakan oleh orang orang dewasa saja bahkan umroh sudah menjadi program ibadah bangi banyak anggota keluarga termasuk baby pun diikut sertakan. Hal ini sangat menarik untuk dipahami bersama bahwa umta Islam rela mengorbankan waktu, tenaga, harta mereka untuk beribadah kepada Robbul alamin yang Maha kuasa.

 

Ibadah umroh adalah bukan sekedar perjalanan fisik yang berpindah dari daerah asal ke Tanah suci Makkah al mukarramah dan  Madinah al munawwaroh, akan tetapi juga merupakan perjalanan rohani bagi setiap muktamirin dalam rangka taqorrub ilallahi ta’ala dengan penuh harap menjadi ibadah yang maqbullah, mendapatkan ampunan segala dausa – dausa, mendapatkan keberkahan dalam hidup serta imbalan surga kelak di yaumil akhirah.  Oleh karena itu  mereka yang akan melaksankan ibadah umroh dipastikan mereka akan mengikuti manasiqul umroh guna mengetahui hukum – hukumnya, cara pelaksanaannya, prilaku diri ketika umroh, etika sesama, hikmah setiap dan makna sejarah dari setiap tempat suci yang dikunjunginya serta yang tentu sangat penting adalah bagaimana cara memelihara pahala dan kebaikan yang didapatkan ketika berumroh.  Perjalannan umroh yang dilakukan dengan dimulai niat yang ikhlas, ilmu pengetahuan yang memadai, wawasan tentang pelaksanaan umroh dan persiapan yang maksimal adalah akan dipastikan bahwa perjalanan umroh yang dilakukan setiap diri muslim tidak akan sia -sia di sisi Allah robbul alamin.  Beberapa hari sebelum pelaksanaan, dilakukanlah walimatussafar dengan mengumpulkan saudara – saudara, para anggota keluarga, sahabat – sahabat dekat atawa jauh, tetangga sekitar dan kenalan – kenalan lainnya untuk bermusafahah saling meminta maaf anatara sesama, memberikan doa kepada dhuyufurrahman yang akan melaksanakan perjalanan ibadah umroh.  Kemudian Dihari pertama sebelum melangkahkan kaki untuk keluar rumah, di awali dengan  sholat sunat safar dua raka’at ( Usholli sunnatan lissafari rakaataini mustaqbilal qiblati adaan lillahi taala ” sengaja saya sholat sunat safar dua rakaat menghadap qiblat karena Allahu ta’ala ), lalu taqbiratul ihram ” Allahu akbar “. Selesai sholat  sejenaj berdoa kepada Allah untuk kelancaran dan kemudah dalam seluruh rangkaian ibadah yang akan dilaksanakannya. Lalu dengan diawali kaki kanannya keluar rumah menuju titik poin perkumpulan jamaah awal untuk berangkat ke Bandara Internasional biasanya diantar sama keluarga bahkan juga para tetangga. Dibandara biasanya telah ditunggu sama petugas Travel. www.sakinahmandiri.com untuk diberikan pelayanan yang terbaik dengan diawali pengecekan jumlah kelengkapan jamaah, lalu diperiksa kerapian barang bagai, dibagikan paspor serta dokumen perjalan umroh secara lengkap. Lalu Pak ustaz sebagai pembimbing membacakan doa  yang diikuti oleh seluruh jamaah, lalu mereka sama sama melakukan proses imigrasi untuk persiapan terbang ke negara Saudi arabia. ……… bersambung. www.sakinahmandiri.com

 

Rebut kebahagiaan

Bahagia ?

Mau bahagia ?

Bahagiakah Anda saat ini ?

Ayo rebut kebahagian dari fatamorgana dunia yang pandai menipu Anda !

Dunia dengan segala keindahannya adalah sarana untuk menggapai bahagia, apakah Anda merasakan itu ?

Dunia dengan segala fatamorgana dan kekilauannya terkadang telah menipu banyak manusia. Bagaimana dengan Anda merasakan itu ? Saya berharap bukanlah salah seorang yang menjadi korban dari tipu daya dunia ini. Karena saya yakin Anda insan yang pandai memainkan peranan kekhalifahan di dunia ini.

Lalu bagaimana cara merebut kebahagian dari dunia ini, agar dunia dengan segala isinya memuja dan memanjakan Anda ?

Yok kita diskusikan bersama…..

Kebahagian tentu tidak dapat diukur dari sisi materi dan lahiriyahnya. Orang yang sedang mengalami kesulitan dari segi materi, beranggapan kalau memiliki banyak materinya berupa uang, harta benda,pangkat dan jabatan, maka ia akan bahagia. Tapi ternyata tidak sedikit orang memiliki materi berlimpah, ternyata tidak dapat merasakan bahagia, bahkan untuk tidurpun begitu sulit.

Materi memang suatu daya tarik yang luar biasa bagi manusia  yang tidak dapat dipungkiri. Mari kita sama – sama pahami firman Allah subhanahu wata’ala, dalam Al-Quranul karim :

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ ٱلشَّهَوَٲتِ مِنَ ٱلنِّسَآءِ وَٱلۡبَنِينَ وَٱلۡقَنَـٰطِيرِ ٱلۡمُقَنطَرَةِ مِنَ ٱلذَّهَبِ وَٱلۡفِضَّةِ وَٱلۡخَيۡلِ ٱلۡمُسَوَّمَةِ وَٱلۡأَنۡعَـٰمِ وَٱلۡحَرۡثِ‌ۗ ذَٲلِكَ مَتَـٰعُ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا‌ۖ وَٱللَّهُ عِندَهُ ۥ حُسۡنُ ٱلۡمَـَٔابِ

Dijadikan indah pada [pandangan] manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik [surga]

Ayat ini menjelaskan bahwa setiap diri manusia memang memiliki ketertarikan pada materi dan zahiriah kehidupan. Kita semua merasakan itu bukan ?. Namun diakhir ayat qur an tersebut, Allah Azza wajalla mengingatkan kita semua bahwa ada kebahagian hakiki kelak setelah dunia yang fana berakhir, yaitu kenikmatan surga yang Allah subhanahu wata’ala sediakan. Kemudian lebih detail menjelaskan pada ayat berikutnya.

قُلۡ أَؤُنَبِّئُكُم بِخَيۡرٍ۬ مِّن ذَٲلِڪُمۡ‌ۚ لِلَّذِينَ ٱتَّقَوۡاْ عِندَ رَبِّهِمۡ جَنَّـٰتٌ۬ تَجۡرِى مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَـٰرُ خَـٰلِدِينَ فِيهَا وَأَزۡوَٲجٌ۬ مُّطَهَّرَةٌ۬ وَرِضۡوَٲنٌ۬ مِّنَ ٱللَّهِ‌ۗ وَٱللَّهُ بَصِيرُۢ بِٱلۡعِبَادِ

Katakanlah: “Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu ( Dunia dan isinya )?” Untuk orang-orang yang bertakwa, tersedia pada sisi Tuhan mereka berupa surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dimana mereka  kekal di dalamnya. Dan di dalam surga itu disediakan isteri-isteri yang disucikan serta dalam keridhaan Allah. Dan Allah maha memperhatikan terhadap hamba – hamba-Nya.

Siapa hamba – hamba-Nya Allah yang mendapatkan perhatian Allah itu ? mari kita lanjutkan ayat berikutnya

ٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَآ إِنَّنَآ ءَامَنَّا فَٱغۡفِرۡ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

( Hamba – hamba yang mendapatkan perhatian dari Allah azza wajalla ) adalah yang menyatakan ( di dalam do’anya )  “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka

ٱلصَّـٰبِرِينَ وَٱلصَّـٰدِقِينَ وَٱلۡقَـٰنِتِينَ وَٱلۡمُنفِقِينَ وَٱلۡمُسۡتَغۡفِرِينَ بِٱلۡأَسۡحَارِ

ya’ni : orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap ta’at, yang menafkahkan hartanya [di jalan Allah], dan yang memohon ampun di waktu sahur

bersambung …..

Penulis : Abi rayyan

 

Sejarah Baitullah

Bagi kalangan umat Islam sebutan Ka’bah merupakan sesuatu yang sangat akrab dilisan dan dihatinya. Betapa tidak bahwa setelah turun wahyu Allah kepada nabi besar Muhammad sallallahu alaihi wasallam untuk menghadap Baitullah di Al-haram, maka bagi kaum muslimin setiap melakukan sholat terdapat perintah untuk menghadap Qiblat, yaitu menghadap ke ka’bah.

قَدۡ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجۡهِكَ فِى ٱلسَّمَآءِ‌ۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبۡلَةً۬ تَرۡضَٮٰهَا‌ۚ فَوَلِّ وَجۡهَكَ شَطۡرَ ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِ‌ۚ وَحَيۡثُ مَا كُنتُمۡ فَوَلُّواْ وُجُوهَكُمۡ شَطۡرَهُ

Artinya : Sungguh Kami [sering] melihat mukamu menengadah ke langit [4], maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya.  Q.S.Al-baqarah : 144 )

Ka’bah merupakan rumah tempat peribatan yang mula – mula dibangun di Bumi atas kehendak Allah rabbul izzati.

إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِّلْعَالَمِينَ

Artinya : “Sesungguhnya rumah yang pertama kali dibangun untuk peribadatan manusia adalah Baitullah di Makkah ( Bakkah ) yang diberkahi serta menjadi petunjuk bagi semua manusia.” (QS. Al Imron : 96)

Dalam sejarah ada yang menukilkan, bahwa Ka’bah pada awal mulanya adalah dibagun oleh para malaikat, 2000 tahun sebelem nabiullah adam diciptakan. Hal tersebut melalui suatu peristiwa, dimana Allah subhanahu wata’ala menginformasikan kepada para Malaikat-Nya, bahwa akan diciptakan seorang kholifah dipermukaan bumi dunia. Namun teradapat diantara beberapa para Malaikat mepertanyakan tentang kelayakan khalifah dari jenis manusia. Hal tersebut disebabkan, menurut para Malaikat tersebut bahwa manusia kelak di muka bumi akan mendatangkan mudhorat diantara manusia itu sendiri.

وَإِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَـٰٓٮِٕكَةِ إِنِّى جَاعِلٌ۬ فِى ٱلۡأَرۡضِ خَلِيفَةً۬‌ۖ قَالُوٓاْ أَتَجۡعَلُ فِيہَا مَن يُفۡسِدُ فِيہَا وَيَسۡفِكُ ٱلدِّمَآءَ وَنَحۡنُ نُسَبِّحُ بِحَمۡدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ‌ۖ قَالَ إِنِّىٓ أَعۡلَمُ مَا لَا تَعۡلَمُونَ

Artinya : Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan [khalifah] di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. ( Al Baqorah : 30 )

Setelah peristiwa dialogis antara Allah robbul izzati dengan para Malaikat-Nya, maka Allah perintahkan agar malaikat turun ke bumi untuk membuat Ka’bah yang mulia untuk tempat peribadatan manusisia. Ka’bah yang dibangun bumi sama bentuk dan fungsiunya sebagaimana Baitullah di Baitul Makmur sebagai tempat thowafnya para Malaikat.

Setelah sekian lama nabiullah Adam Alaihissalam dan para – nabi lainnya berkehidupan di bumi, maka sampailah pada zaman nabiullah Ibrahim alihissalam.

Dalam sejarah, bahwa salah seorang isteri nabiullah Ibrahim alihissalam yang bernama Siti Hajar alaihassalam, adalah bertempat tinggal digurun pasir dekat dengan Baitullah yang mulia, dimana pada waktu itu Baitullah yang mulia tersebut sudah dalam kondisi tidak terawat.

Siti Hajar alaihassalam melahirkan seorang putranya bernama nabiyullah Islamail alaihissalam ditempat tersebut, ya’ni saat ini tempat tersebut posisinya adalah disamping sumur zam – zam.

Setelah nabiyullah Ismail tumbuh dewasa, maka Allah memerintahkan kepada nabiullah Ibrahaim untuk membangun kembali ka’bah yang mulia untuk beribadah kepada Allah subhanahu wata’la. Maka nabiullah Ibrahim bersama putranya nabiyullah ismail alaihissalam, mereka membangun kembali ka’bah yang mulia. Setelah selesai membangunkannya yang dipandu oleh para Malaikat Allah, maka mereka berdua melakukan Thowaf dan berdoa kepada Allah rabbul izzati di ka’bah mulia tersebut.

وَإِذۡ يَرۡفَعُ إِبۡرَٲهِـۧمُ ٱلۡقَوَاعِدَ مِنَ ٱلۡبَيۡتِ وَإِسۡمَـٰعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلۡ مِنَّآ‌ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡعَلِيمُ

Artinya :Dan [ingatlah], ketika Ibrahim meninggikan [membina] dasar-dasar Baitullah bersama Isma’il [seraya berdo’a]: “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami [amalan kami], sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” ( Q.S.Al Baqarah 127 )

رَبَّنَا وَٱجۡعَلۡنَا مُسۡلِمَيۡنِ لَكَ وَمِن ذُرِّيَّتِنَآ أُمَّةً۬ مُّسۡلِمَةً۬ لَّكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبۡ عَلَيۡنَآ‌ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ

Artinya : Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan [jadikanlah] di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. ( Q.S.Al Baqarah 128 )

رَبَّنَا وَٱبۡعَثۡ فِيهِمۡ رَسُولاً۬ مِّنۡہُمۡ يَتۡلُواْ عَلَيۡہِمۡ ءَايَـٰتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلۡكِتَـٰبَ وَٱلۡحِكۡمَةَ وَيُزَكِّيہِمۡ‌ۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ

Artinya : Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab [Al Qur’an] dan Al-Hikmah [As-Sunnah] serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. ( Q.S. Al Baqarah 129 )

bersambung….

 

 

 

 

 

 

Keistimewaan roudhoh

Alhamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillahi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam-,keluarga dan para sahabatnya.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

ما بين بيتي ومنبري رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ

Di antara rumahku dan mimbarku ada raudhah min riyadhil Jannah (sebuah taman di antara taman-taman surga.” (HR. Bukhari)

Allah memuliakan satu tempat dari tempat lain sesuai kehendak-Nya. Kita tidak boleh protes atau mengusulkan, mengapa tidak tempat lain saja yang dimuliakan. Atau sekedar mempertanyakannya.

Salah satu tempat yang dimuliakan  itu, saat ini dikenal dengan Raudhah. Tempat seluas sekitar 330 M persegi itu menjadi tempat yang tak akan dilewatkan oleh para jamaah umrah atau haji yang berziarah ke Masjid Nabawi. Mereka berdesakan antri untuk sekadar shalat dua rakaat atau berdoa.

Tidak ada nash qath’i tentang keutamaan shalat atau berdoa di Raudhah. Namun, keutamaan shalat diambil dari hadits yang menyatakan keutamaan shalat di masjid Nabawi.

إِنَّ الصَّلَاةَ فِي مَسْجِدِي هَذَا أَفْضَلُ مِنَ الصَّلَاةِ فِيمَا سِوَاهُ مِنَ الْمَسَاجِدِ، إِلَّا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ

Shalat di masjidku ini lebih utama daripada shalat di masjid-masjid lain, kecuali di Masjid Haram.” (HR. Ahmad)

Selain itu, Raudhah merupakan tempat yang paling mulia di dalam masjid Nabawi, maka diharapkan beribadah dengan doa dan shalat memiliki nilai keutamaan lebih.

Sebutan tempat tersebut sebagai “salah satu taman surga” menurut para ulama bisa bermakna hakiki maupun majazi. Makna hakiki bahwa tempat tersebut kelak di Hari Kiamat akan diangkat ke surga. Atau majazi bahwa yang dimaksud amalan yang dilaksanakan di sana mengantarkan pelakunya untuk masuk ke taman-taman surga.

Sebagian ulama menjelaskan mengapa Raudhah begitu istimewa. Karena di situlah Nabi banyak berjalan dari rumah ke masjid untuk beribadah, khususnya shalat. Di situ pula Nabi sering menyampaikan ilmu, berzikir, dan melaksanakan amal shalih lain yang mengantarkan banyak orang ke surga.

Saya ingin mengingatkan apa yang sering diingatkan oleh para ulama ketika berbicara tentang keutamaan Raudhah. Banyak ulama mengingatkan bahwa Nabi juga menjelaskan bahwa ada banyak taman surga. Jika kita melalui taman-taman surga itu, hendaknya menyempatkan diri untuk berekreasi menikmatinya, makan dan minum di dalamnya seleluasa mungkin.

إِذَا مَرَرْتُمْ بِرِيَاضِ الْجَنَّةِ ؛ فَارْتَعُوا “. قُلْتُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَمَا رِيَاضُ الْجَنَّةِ. قَالَ ” الْمَسَاجِدُ “. قُلْتُ : وَمَا الرَّتْعُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ : سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ

“Jika kalian berlalu di taman-taman surga, hendaklah kalian menikmati, makan, dan minumlah.” Saya bertanya,”Apakah taman-taman surga itu?” Beliau bersabda, “Masjid-masjid.” Saya bertanya, “Apa yang dimaksud menikmati, makan, dan minum.” Beliau menjawab, “Ucapan Subhanallah Walhamdulillah Walaa Ilaaha Illallah Wallahu Akbar.” (HR. Tirmidzi)

Riwayat lain menyatakan bahwa yang dimaksud adalah halaqah zikir. Tidak ada pertentangan. Halaqah zikir memang banyak dan lebih utama dilaksanakan di masjid.

Alhamdulillah yang Mahaluas karunia-Nya. Jika setiap saat orang-orang berebut, berdesakan untuk masuk Raudhah di Masjid Nabawi, akankah kita juga berebut menikmati taman-taman surga di kampung halaman, di dekat rumah kita? Akankah kita berebut ke masjid, menghadiri halaqah zikir dan majelis-majelis ilmu yang diselenggarakan di masjid-masjid itu?

Seperti Raudhah di Masjid Nabawi, masjid-masjid dan tempat-tempat halaqah zikir itu bisa jadi diangkat ke surga di Hari Kiamat kelak. Atau tempat itu akan mengantarkan orang-orang yang beramal di dalamnya memasuki taman-taman surga. Wallahu a’lam.

Nama – nama pintu Masjidil haram

Masjidil Haram dapat dimasuki melalui arah mana saja melaui beberapa Pintu. Adapun nama – nama pintu Masjidil haram adalah :

  1. Shafa
  2. Darul Arqam
  3. Ali
  4. Abbas
  5. Babussalam
  6. Bani Syaibah
  7. Huju
  8. Mudda’ala
  9. Mudda’a
  10. Ma’ala
  11. Marwat
  12. Quraisy
  13. Afqadisiyah
  14. Oziz Thuwa
  15. Umar Abdul Aziz
  16. Murad
  17. Hubaidiyah
  18. Babussalam Jahid
  19. Gararah
  20. Alfatah
  21. Faruq Umar
  22. Nadwah
  23. Syamsiyah
  24. Al-Qudus
  25. Umrah
  26. Madinah Munawwarah
  27. Abu Bakar Shiddiq
  28. Hijrah
  29. Umi Hani
  30. Ibrahim
  31. Wada
  32. Malik Abdul Aziz
  33. Alyad
  34. Bilal
  35. Hunsini
  36. Ismail

Semua pintu mengarah ke Ka’bah walaupun dari beberapa pintu untuk menuju ka’bah memang harus melewati tempat sa’i ( mas’a ).

Kondisi terkini dalam masa renovasi, dimana jalur dari pintu – pintu tersebut dapat langsung menuju ke lantai 4 Masjid.

Jama’ah haji dan umroh tidak ada kesulitan untuk menuju pintu – pintu yang mengarah ke Ka’bah, karena pintu – pintu tersebut terbuka lebar, kecuali 30 menit sebelum waktu sholat, memang pintu – pintu semuanya ditutup. Hal itu dilakukan agar lebih tertib bagi jamaah yang sudah berada dalam Masjid dan yang berada diluar Masjid.

Wllahu ‘alam

 

Wasilah hikmah

بسم الله الرحمن الرحيم

Curahan hati ini ditulis ketika seorang hamba yang dhoif ini sedang duduk di tiang 136 Masjid Nabawi Al munawwarah samping maqam nabiullah Muhammad sallallahu alaihi wasalam, setelah melaksanakan rangkaian peribadatan dalam Masjid Nabiullah yang mulia.

Sesa’at sebelum masuk ke dalam masjid, hamba terasa haus, untuk itu hamba segera menuju air minum yang tersedia di pintu 19 Masjid nabawi, ketika minum telah selesai ,ternyata ada seorang anak kecil yang berusia kira – kira 6 tahun dengan menggunakan bahasa India meminta agar hamba mengambilkan air untuknya, hambapun dengan rasa senang mengambilkan segelas air dan memberikannya. Lalu sesaat kemudian ketika hamba baru saja meranjak hendak meninggalkan tempat minum, tiba – tiba seekor kucing yang berwarna hitam meloncat ke hadapan hamba dan cakarannya menggenak tepat di kaki…. seketika perih sangat terasa bersamaan dengan darahnya yang keluar dari bekas cakar sang kucing hitam yang istimewa ini.

Hamba mencoba melihat apa  yang menyebabkan sang kucing itu tiba – tiba mencakar kaki ini. Ternyata sang kucing sedang menyelamatkan diri, loncat dan berlari karena dikejar oleh seorang anak kecil…. subhanallah wabihamdihi…. subhanallahil adhim

Dengan darah yang terus keluar, hamba menuju tempat berwudhu’, hampa terfikir. Hari ini Allah telah memberikan kasih sayang kepada hamba yang dhoif ini berupa pelajaran yang begitu berarti.

Ya rob….

Pertama, Allah menghadirkan seorang anak kecil sebagai kesempatan hamba menikmati kegembiraan menolongnya mengambilkan air untuknya. Ini bukanlah kebaikan yang besar, tapi ada rasa bahagia ketika mengambilkan air minum untuk cahaya surga sang anak kecil yang masih terbebas dari dausa.

Kedua, munculnya seorang anak kecil, yang mungkin dia merasakan kegembiraannya mengejar dan bermain dengan kucing hitam yang disenanginya…

Ketiga, Keluar darah dari luka akibat dari cakaran kucing hitam yang tidak berdausa.

Hamba yang dhoif ini terasa bahagia, bahwa Allah sedang mengajarkanku akan kehendak-Nya.

Segela sesuatu yang terjadi di alam ini tidak pernah luput dari pengetahuan Allah subhanahu wata’aa. Hamba yakin, jika Allah ingin mencegah hamba dari cakaran kucing hitam, bukanlah sesuatu yang berat bagi Allah. Lalu apakah Allah sengaja membiarkan kucing hitam mencakar-diri ini ? ya, betul… Allahlah yang mengizinkan Kucing hitam itu mencakar diri yang banyak dausa ini…. Lalu apakah dengan demikian Allah dengan sengaja telah menganiaya diri ku ini ….? tentu sama sekali tidak. Allah tidak menganiaya-diri ku… justru hamba sedang merasa betapa baik Allah kepada-diri ku pada hari ini. Kenapa ?

Karena peristiwa ini “insan yang dhoif ini” sangat yakin, bahwa inilah yang terbaik terjadi pada diri ku ini… Ya Rob… terimakasih engkau meningkatkan imanku kepada-Mu pada hari ini.

Semoga Engkau muliakan anak kecil yang dengan sebab dia… hari ini Engkau ya Allah talah memberikan pelajaran terbaik buat diri yang hina ini.

Bimbinglah hamba yang hina ini…Ya rob dalam ibadah sholat yang hamba ini lakukan. Dan tetapkanlah iman dan Islamku, ampuni segala dausa – dausaku….jadikanlah hajiku tahun ini dan tahun – tahun sebelumnya menjadi haji yang mabrur. Demikian pula ya Allah bagi semua saudara – saudara kami yang juga sama – sama melaksanakan ibadah haji, anugerahkanlah kepada merela semua “haji yang mabrur” di sisi Engkau Yang Allah Ya rabbal alamin.

Kamipun bermohon agar anak kecil yang telah mrnyebabkan kucing mencakar kaki hamba muliakanlah dia, muliakanlah kedua orang tuanya serta keluarga besarnya.

Ya rob bagi yang membaca artkel ini berikanlah mereka panjang umur, sehat, mudah rizki dan berbahagia dunia wal akhirah. Sebagaimana kebahagian yang Engkau berikan kepada segenap umat Rasul-Mu junjuangan kami Muhammad Sallallahu alaihi wasallam.

Alhakir : Abi Rayyan

Suara Pembaca

Apabila dalam waktu 2 X 24 Jam, tidak ada jawaban, silahkan konfirmasi melalui nomor whatsApp : +6287877917631

Nama

Alamat

Nomor WhatsApp

Informasi yang diperlukan, tulis dibawah

Rencanakan Umroh

Bagi kaum muslimin yang ingin merencakan ibadah ke tanah suci, silahkan menghubungi  Travel terpercaya untuk umroh murah di Bogor, Insya Allah mudah, nyaman dan amanah.

Umroh salah satu bentuk peribadatan bagi setiap kaum muslimin baik itu laki laki maupun itu perempuan.  Umroh meruapakan rangkaian dari ibadah haji yang hukumnya diwajibkan berdasarkan al qur an dan hadts nabi besar Muhammad sallahu alaihi wasalam. Dengan demikian maka umroh dan haji merupakan kewajiban yang tidak dapat diingakari oleh setiap muslim. Namun demikian dalam pelaksanaannya hukum diwajibkannya haji dan umroh tersebut dipandu oleh beberapa persyaratan, diantaranya : 1. Beragama Islkam. Orang yang belum menjadi muslim, maka tidak ada kewajiban haji ataupun umroh bagi mereka. Bahkan Allah dan rasul-Nya mengharamkan bagi orang – orang yang bukan muslim untuk memasuki kota Makkah dan juga kota Madainah. Adapun batas – batas wilayah yang diharamkan telah ditentukan melalui hadits – hadits Nabi Besar penghulu alam semesta Muhammad Sallallahu alaihi wasalam.  Tanah harom kota Makkah almukarramah batas -batasnya telah ditetntukan pada masa nabiullah Ibrahim alaihi assalam yang dipandu melalui wahyu Allah subhanahu wata ‘ala. Sedangkan kota Madinah al munawwarah dijelaskan oleh Nabi besar Muhammad Sallallahu alaihi wasallah melului matan hadits – haditsnya yang shohih yang diriwatkan oleh para ulama – ulama hadits yang dapat dipercaya. Oleh karena itu penerbangan di udarapun untuk sekarang ini dikontrol melalui satelit dan radar agar tidak memasuki jalur wilayah Makkah al mukarramah dan wilayah Madinah almunawwarah.  2. berstatus  merdeka, ya’ni tidak dalam keadaan sebagai hamba sahaya.  Hal ini karena pada zaman sebelum Fathuh Makkah, banyak kaum muslimin masih belum terbebas dari perbudakan Kuffar pada saat itu. namun pada saat ini tidak ada lagi kaum muslimin yang berstatus sebagai hamba sahaya. Untuk itu persyaratan ini saat sekarang ini dianggap sudah tidak terapkan dalam praktek akan tetapi tetap menjadi hadits yang tidak boleh dibuang atau dipotong potong matannya. karena semua hadits wajib diamalkan secara lengkap. 3.  Aman dalam perjalanan, yaitu perjalan dari daerah asal menuju tanah suci makkah al mukarramah harus dipastikan dalam keadaan aman, 4. Baliq, yaitu setiap kaum muslimin yang telah berusia 15 sampai dengan 17 tahun bagi laki – laki dengan tanda tanda aqil balig tertentu sesuai hukum fiqh Islam, sedangkan perempuan dianggap balig apabila sudah menstrowasi. 5. Memiliki kemampuan membekali dirinya dalam proses pelaksanaan ibadah haji dan umroh.

Adapun  Travel umroh murah di  Bogor  yang sesuai dengan ketentuan kementerian Agama Republik Indonesia

Hubungi kami melalui +6282221897286

Masjid Sulaimania

Salah satu obyek wisata di Istanbul Turki adalah Masjid Raya Sulaimaniah, yaitu salah satu masjid yang terbesar dan termegah di Kota Istanbul Turki, yang dibangun pada tahun 1550 pada masa pemerintahan Sultan Sulaiman.

Keunikan yang dimiliki Masjid Sulaimaniah adalah terlihat perpaduan antara kebudayaan Islam dan Byzantium. Pengaruh dua kebudayaan antara Islam dan Byzantium demikian terlihat pada arsitek bangunannya, misalnya terlihat pada kubah besarnya.

Letak bangunan Masjid di : Süleymaniye Mah., Prof. Sıddık Sami Onar cad. No:1, 34116 Fatih/İstanbul, Turkey. Bagi para wisatawan dengan mudah menuju Masjid Raya Sulaimaniah ini, terlebih lagi Masjid Sulaimaniah ini juga sangat dikenal oleh penduduk setempat.

Lingkungan Masjid terdapat coffe /kantin yang dapat digunakan untuk minum teh turki dan mencicipi makanan ringan, dan juga tersedia aksesoris – aksesoris khas turki. Para wisatawan memasuki Masjid yang Megah ini melalui pintu gerbang yang indah serta taman depan Masjid yang luas. Untuk menuju Taman belakang dapat dilalui melalui jalan kecil yang terletak antara pinggir bangunan Masjid dan komplek Pemakaman Raja Sulaiman.

Taman bagian belakang Msjid dapat melihat kemewahan dan keindahan Arsitek bangunan Masjid yang tampak begitu kokoh. Selain itu di Taman belakang Masjid juga terlihat keindahan laut Bosphorus yang membelah dua benua, yaitu antara benua Asia dan benua Eropa.

Wisatawan dapat mengambil gambar dengan leluasa dengan hasil yang indah, baik yang tampak bangunan Masjid Raya Sulaimaniah maupun yang tampak lau Bosphorus.

Kembali meninjau bangunan Masjid Sulaimaniah, bahwa Masjid Sulaimaniah ini yang dirancang oleh seorang Arsitek terkenal yang bernama Mimar Sinan. Bahwa Masjid Sulaimaniah ini memiliki kubah dengan ukuran 26 meter dengan ketinggian 51,8 m.  Empat menara yang berukuran 72 m terdapat disebelah kirinya

Bersmabung …..

Makna Tarwiyah

Pada hari ke 8 bulan zul hijjah, dikenal denagn hari tarwiyah. Lalu apa yang dimaksud dengan hari tarwiyah itu ?

Secara etimologi, kata tarwiyah merupakan masdar ( kata sifat ) yang berasal dari rawa – yarwi yang mengandung banyak makna, dianatara maknanya adalah menceritakan, mengeluarkan, memancarkan, melewati, mengantar, menyediakan minum dan berakhir.

Adapun tanggal 8 zul hijjah dinamakan tarwiyah, diantaranya memiliki dua alasan, yaitu :

Pertama : Dimana pada malam 8 zul hijjah, nabiullah Ibrahim alaihissalam bermimpi bahwa dalam mimpinya diperintahkan untuk menyembelih putra beliau satu – satunya yang bernama nabi Ismail alaihissalam. Setelah beliau mimpi di malam hari itu, maka beliau berfikir secara terus – menerus dengan sungguh – sungguh apakah mimpinya tersebut dari Allah azza wajalla ? proses berfikir itu dengan berbagai pertanyaan dalam diri beliau disebut dalam bahasa arab dengan kata “ Yurawwi “. Karena itu tanggal 8 zul hijjah disebut dengan hari tarwiyah yang artinya hari berfikir.

Kemudian pada malam arofah, nabi Ibrahim alaihissalam kembali mengalami mimpi yang sama, bahwa diperintahkan untuk menyembelih putranya tercinta Nabi Ismail alaihissalam. Setelah mimpi kedua kalinya, maka pada tanggal 9 zul hijjah siang hari itu beliau meyakini ( arofa ) bahwa mimpinya itu adalah datangnya dari Allah robbul izzati. Diantara makna arofa adalah mengetahui ( meyakini sesuatu ), karena itu salah satu sebab dimana pada tanggal 9 zul hijjah itu disebut arofah.

Kemudian beliau kembali bermimpi yang sama pada malam ke-sepuluh zul hijjah, pada esok hari tepatnya tanggal sepuluh zul hijjah, beliau dan putra tercintahnya melaksanakan perintah Allah subhanahu wata’ala yaitu menyembelih putra tercinta yaitu nabi Ibrahim alaihissalam, maka hari kesepuluh zul hijjah itu disebut dengan hari nahar ( hari raya idul adha ). Maha besar Allah subhanahu wata’ala yang menggantikan nabi Ibrahim alaihissalam dengan seekor domba besar dan sehat sebagai qurban yang berkah.

Alquranul karim mengabadikan kisah yang penuh makna ini dalam surat as-saffat, 102 – 103.

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis (nya), (nyatalah kesabaran keduanya).Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu”, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.”(QS. Ash-Shafat: 102-107)

Kedua, Alasan lain bahwa pada haji wada’, dimana pada hari kedelapan zul hijjah mereka yang akan berhaji menuju mina dalam keadaan berihram dan bermalam di sana mereka mengumpulkan air sebagai bekal wuquf di arofah karena di arofah kala itu tidak ada air. Proses mengumpulkan air ( mempersiapkan air ) dalam bahasa arab disebut dengan “Yatarawwauna /tarwiyah ). Jadi hari tanggal 8 zul hijjah merupkan hari persiapan air atau disebut juga dengan hari tarwiyah. Setelah mereka mengumpulkan air, maka pada pagi hari tanggal 9 zul hijjah mereka berangkat menuju pada arofah untuk mengikuti prosesi haji yang diawali pada waktu dzuhur tiba.

Hukum melaksanakan tarwiyah adalah sunat. Kaidah fikh tentang perbuatan sunat adalah “ Ma yusabu ala fi’lihi wa la yu’aqobu ala tarkihi “ Artinya berfahala bagi yang mengerjakannya dan tidak berdausa bagi yang tidak mengerjakannya. Wallahu a’lam

Koreksi dan informasi, silahkan klik di sini

Masjid nabawi al munawwarah

Masjid Nabawi merupakan salah satu Masjid yang didirikan atas dasar taqwa, sebagai mana pengakuan Allah melalui firmannya

لَا تَقُمۡ فِيهِ أَبَدً۬ا‌ۚ لَّمَسۡجِدٌ أُسِّسَ عَلَى ٱلتَّقۡوَىٰ مِنۡ أَوَّلِ يَوۡمٍ أَحَقُّ أَن تَقُومَ فِيهِ‌ۚ فِيهِ رِجَالٌ۬ يُحِبُّونَ أَن يَتَطَهَّرُواْ‌ۚ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلۡمُطَّهِّرِينَ

Artinya : Janganlah kamu bersembahyang dalam masjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa [masjid Quba], sejak hari pertama adalah lebih patut kamu bersembahyang di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih ( Q.S.Attaubah : 108 )

Pada mulanya Tanah yang akan dibangun Masjid Nabawi adalah tanah milik Bany Najjar, dimana Rasulullah hendak bembeli tanah tersebut, namun Bany Najjar menolak untuk menjual tapi memberikan kepada Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dengan mewaqafkannya.
Bangunan Masjid Nabawi pada pertama dibangun adalah panjangnya 35 m dengan lebarnya 30 m. Jika dipandang dari sisi seni bangunan, maka bangunannya Masjid Nabawi pada awalnya sangat sederhana, namun Masjid Nabawi memiliki keistimewaannya dari Masjid – Masjid lainnya dalam berbagai hal, diantaranya sebagaimana sabda nabi Sallallahu alaihi wasallam

صَلاَةٌ فِى مَسْجِدِى أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلاَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ وَصَلاَةٌ فِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ

Artinya : Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama daripada 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Harom. Shalat di Masjidil Harom lebih utama daripada 100.000 shalat di masjid lainnya. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah )

Perkembangan jumlah penduduk Madinah dan kaum muslimin yang berdatangan ke Madinah untuk berziarah, maka pada tahun ketujuh Hijrah Nabi Besar Muhammad Sallallahu ‘alaihi wasallam melakukan perluasan Masjid Nabawi ini menjadi  2.475 meter persegi dalam penggunaan areanya.

Kemudian pada masa kekhalifahan dan pemerintahan Islam seterusnya, lalu Masjid Nabawi ini terus dilakukan perluasannya hingga pemerintah saat ini.

Masjid Nabawi al munawwarah, memiliki beberapa pintu, diantaranya, yaitu :

  1.  As-Salam Gate merupakan pintu utama,
  2.  Abu Bakr Siddiq Gate
  3.  Al-Rahma Gate
  4.  Al-Hijrah Gate
  5.  Quba Gate
  6.  Al-Baqia Gate
  7.  Jibri Gate
  8.  Al-Nisaa Gate
  9.  Bilal Gate
  10.  Makkah Gate
    bersambung…..

Madinah menyambut kedatangan nabi

  • Masjid nabawi al munawwarah adalah Masjid yang dibangun langsung berdasarkan inisiatif dari Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam atas dasar taqwa kepada Allah azawajalla. Dibangun bersama – sama para sahabat dari kaum Anshor dan kaum Muhajirin di atas tanah yang didapatkan dengan cara sangat baik.

  • Masjid nabawi adalah salah satu Masjid yang sangat dianjurkan bagi kaum muslimin untuk mendatanginya dengan bersahaja. Pada zaman dahulu kaum muslimin masih sebatas di wilayah jazirah Arab, namun sekarang kaum muslimin sudah menyebar di seluruh penjuru bumi ini, dimana kaum muslimin sangat antusias untuk berdatangan ke Masjid nabawi al-munawwara. Hal ini adalah dikarenakan menjalan sunnah nabi besar Muhammad sallallahu’alaihi wasallam. Anjuran mengunjungi Masjid nabawi dengan cara bersahaja, sebagaimana termaktub dalam hadits nabi besar Muhammad sallallahu alaihi wasallah, dengan bunyinya, yaitu :

لاَ تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلاَّ إِلَى ثَلاَثَةِ مَسَاجِدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ، وَمَسْجِدِ الرَّسُولِ – صلى الله عليه وسلم –وَمَسْجِدِ الأَقْصَى

Artinya : Tidaklah seseorang dengan bersahaja melakukan perjalanan kecuali perjalanan yang bertujuan ke tiga masjid, yaitu ke Masjidil haram, Masjid Rasul ( Nabawi ), dan Masjidil Aqsho (HR. Bukhari dan Muslim )

Perjalanan yang bersahaja adalah suatu perjalanan yang direncanakan dengan baik. Yaitu persiapan kesehatan, persiapan bekal, meluangkan waktunya dan yang terpenting adalah mempersiapkan mentalitas keimanan ketika akan berziarah ( melakukan perjalanan ) ke Masjid – Masjid sebagaimana disebut di atas.sholat

  • Melaksanakan sholat dalam Masjid nabawi al munawwarah dilipat gandakan fahala oleh Allah subhanahu wata’ala. Sebagaimana sabda nabi besar Muhammad sallallahu alaihi wasallam, yaitu :

صَلاَةٌ فِى مَسْجِدِى هَذَا خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلاَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ

Artinya : “Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih baik dari 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Harom.” (HR. Bukhari dan Muslim )

Dalam matan hadits lainnya disebutkan, sebagai berikut, yaitu :

صَلاَةٌ فِى مَسْجِدِى أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلاَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ وَصَلاَةٌ فِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ

Artinya : “Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama daripada 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Harom. Shalat di Masjidil Harom lebih utama daripada 100.000 shalat di masjid lainnya.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah )

  •  Dalam Msjid nabawi al munawwara terdapat roudhah, dimana suatu tempat yang istimewa ya’ni nabi menyebutkan sebagai salah satu dari taman surga. Alangkah berbahagia bagi setiap orang atas dasar keimanannya bila mendapatkan kesempatan untuk berada di taman surga tersebut. karena sudah tentu akan memiliki keistimewaan – keistimewaan dari Allah rabbul izzati. Nabi besar Muhaammad sallallahualaihi wasallam bersabda, tentang status raudhoh ini, sebagai berikut :
مَا بَيْنَ بَيْتِي وَمِنْبَرِي رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الجَنَّةِ

Artinya : “Tempat yang terletak diantara rumah saya dan mimbar saya adalah salah satu di antara taman taman surga [ HR. Bukhari dan Muslim )

  • Disamping Masjid Nabawi juga terdapat pemakaman, Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam, Abu Bakar Siddiq, Umar ben Khothab. Lalu di Bagi’ terdapat pemakaman Sayyidina Usman ben Affan, Pemakaman Siti Fathimah Azzahra ( Putri Nabi ) dan pemakaman keluarga nabi serta para sahabat – sahabat nabi lainnya, ulama dan sholihin ahlul Madinah.

Bagi setiap mukmin yang mengunjungi nabawi al munawwah juga dapat berziarah ke pemakaman – pemakaman tersebut dalam rangka meningkatkan keimanan kepada Allah subhanahu wata’ala.

Panduan Ibadah

Konsultasi agama dan hukum

 

Keistimewaan Masjid nabawi

  • Masjid nabawi al munawwarah adalah Masjid yang dibangun langsung berdasarkan inisiatif dari Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam atas dasar taqwa kepada Allah azawajalla. Dibangun bersama – sama para sahabat dari kaum Anshor dan kaum Muhajirin di atas tanah yang didapatkan dengan cara sangat baik.

  • Masjid nabawi adalah salah satu Masjid yang sangat dianjurkan bagi kaum muslimin untuk mendatanginya dengan bersahaja. Pada zaman dahulu kaum muslimin masih sebatas di wilayah jazirah Arab, namun sekarang kaum muslimin sudah menyebar di seluruh penjuru bumi ini, dimana kaum muslimin sangat antusias untuk berdatangan ke Masjid nabawi al-munawwara. Hal ini adalah dikarenakan menjalan sunnah nabi besar Muhammad sallallahu’alaihi wasallam. Anjuran mengunjungi Masjid nabawi dengan cara bersahaja, sebagaimana termaktub dalam hadits nabi besar Muhammad sallallahu alaihi wasallah, dengan bunyinya, yaitu :

لاَ تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلاَّ إِلَى ثَلاَثَةِ مَسَاجِدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ، وَمَسْجِدِ الرَّسُولِ – صلى الله عليه وسلم –وَمَسْجِدِ الأَقْصَى

Artinya : Tidaklah seseorang dengan bersahaja melakukan perjalanan kecuali perjalanan yang bertujuan ke tiga masjid, yaitu ke Masjidil haram, Masjid Rasul ( Nabawi ), dan Masjidil Aqsho (HR. Bukhari dan Muslim )

Perjalanan yang bersahaja adalah suatu perjalanan yang direncanakan dengan baik. Yaitu persiapan kesehatan, persiapan bekal, meluangkan waktunya dan yang terpenting adalah mempersiapkan mentalitas keimanan ketika akan berziarah ( melakukan perjalanan ) ke Masjid – Masjid sebagaimana disebut di atas.sholat

  • Melaksanakan sholat dalam Masjid nabawi al munawwarah dilipat gandakan fahala oleh Allah subhanahu wata’ala. Sebagaimana sabda nabi besar Muhammad sallallahu alaihi wasallam, yaitu :

صَلاَةٌ فِى مَسْجِدِى هَذَا خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلاَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ

Artinya : “Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih baik dari 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Harom.” (HR. Bukhari dan Muslim )

Dalam matan hadits lainnya disebutkan, sebagai berikut, yaitu :

صَلاَةٌ فِى مَسْجِدِى أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلاَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ وَصَلاَةٌ فِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ

Artinya : “Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama daripada 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Harom. Shalat di Masjidil Harom lebih utama daripada 100.000 shalat di masjid lainnya.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah )

  •  Dalam Msjid nabawi al munawwara terdapat roudhah, dimana suatu tempat yang istimewa ya’ni nabi menyebutkan sebagai salah satu dari taman surga. Alangkah berbahagia bagi setiap orang atas dasar keimanannya bila mendapatkan kesempatan untuk berada di taman surga tersebut. karena sudah tentu akan memiliki keistimewaan – keistimewaan dari Allah rabbul izzati. Nabi besar Muhaammad sallallahualaihi wasallam bersabda, tentang status raudhoh ini, sebagai berikut :
مَا بَيْنَ بَيْتِي وَمِنْبَرِي رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الجَنَّةِ

Artinya : “Tempat yang terletak diantara rumah saya dan mimbar saya adalah salah satu di antara taman taman surga [ HR. Bukhari dan Muslim )

  • Disamping Masjid Nabawi juga terdapat pemakaman, Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam, Abu Bakar Siddiq, Umar ben Khothab. Lalu di Bagi’ terdapat pemakaman Sayyidina Usman ben Affan, Pemakaman Siti Fathimah Azzahra ( Putri Nabi ) dan pemakaman keluarga nabi serta para sahabat – sahabat nabi lainnya, ulama dan sholihin ahlul Madinah.

Bagi setiap mukmin yang mengunjungi nabawi al munawwah juga dapat berziarah ke pemakaman – pemakaman tersebut dalam rangka meningkatkan keimanan kepada Allah subhanahu wata’ala.

Panduan Ibadah

Konsultasi agama dan hukum

 

Ibadah Sunnah di bulan zul hijjah

Amalan sunat bulan zulhijjah

1. Qurban

Qurban 1 ekor domba /kambing diperuntukan untuk 1 orang.

Qurban 1 ekor sapi /kerbau /onta diperuntukan untuk 7 orang

Bolehkah berqurban dengan iuran berapa saja untuk dibeli hewan qurban ?

Jawabannya :

1. Bokeh saja namun jika iuran itu hanya mencukupi 1 ekor domba atau kambing, maka qurbannya diniatkan atas nama satu orang saja yang disepakati peserta iuran. Namun jika iuran yang terkumpul mencukupi satu ekor sapi /kerbau / onta, maka hewan qurban diniatkan untuk 7 orang yang disepakati peserta iuran.

2. Apabila tidak diniatkan kepada nama – nama tertentu sebagaimana penjelasan pada poin satu, maka sembelihan hewan tersebut digolong sadaqoh biasa, bukan qurban.

Kapan waktu menyembelih qurban ?

Jawaban :

Qurban disembelih pada hari raya idul adha tanggal 10 zul hijjah dan 3 hari tasyrik yaitu tanggal 11, 12, 13 zul hijjah.

Kepada siapa hewan qurban dibagikan ?

Jawaban :

1. Jika qurban sunat, maka dibagikan kepada siapa saja diperbolehkan termasuk pihak yang berkurban, namun diutamakan fakir miskin

2. Qurban nazar, boleh dibagikan kepada semua orang terutama fakir miskin, namun tidak diperbolehkan kepada yang berkuban

2. Sholat idul adha

Amalan sunat yang kedua adalah sholat idul adha pada tanggal 10 zul hijjah

3. Mengumandangkan takbir

4. Berpuasa

Puasa,  mulai tgl 1 s/ d 9 Dzulhijjah

Niat Puasa 1 s / d 7 Dzulhijjah

“Nawaitu shauma syahri dzulhijjati sunnatan lillahi ta’ala.”

Artinya, “Saya niat puasa sunah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta’ala.”

Tanggal 1 Dzulhijjah
Allah mengampuni Nabi Adam AS di Arafah, maka yang berpuasa di hari itu akan diampuni dosa-dosanya.

Tanggal 2 Dzulhijjah
Allah mengabulkan doa Nabi Yunus AS dan mengeluarkannya dari perut ikan nun, maka orang yang berpuasa di hari itu sama seperti beribadah dan berpuasa satu tahun tanpa maksiat.

Tanggal 3 Dzulhijjah
Allah mengabulkan doa Nabi Zakariya AS, maka orang yang berpuasa di hari itu akan dikabulkan doanya.

Tanggal 4 Dzulhijjah
Nabi Isa AS dilahirkan, maka orang yang berpuasa di hari itu akan dihilangkan kesusahan dan dikumpulkan bersama orang mulia di hari kiamat.

Tanggal 5 Dzulhijjah
Nabi Musa AS dilahirkan dan dimuliakan munajatnya, maka orang yang berpuasa di hari itu akan terlepas dari sifat munafik dan siksa kubur.

Tanggal 6 Dzulhijjah
Allah membukakan pintu kebaikan semua nabi, maka orang yang berpuasa di hari itu akan dipandang Allah dengan penuh rahmat dan kasih sayang.

Tanggal 7 Dzulhijjah
Pintu neraka jahanam dikunci dan tidak akan dibuka sebelum berakhir pada 10 Dzulhijjah, maka orang yang berpuasa di hari itu akan dihindarkan dari 30 pintu kemelaratan dan kesukaran dan dibukakan 30 pintu kemudahan untuknya.

Niat Puasa 8 Dzulhijjah  ( Tarwiyah )

نويتُ صومَ تَرْوِيَة سُنّةً لله تعالى

“Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala.”
Artinya, “Saya niat puasa sunah Tarwiyah karena Allah Ta’ala

keistimewaan puasa Tarwiyah adalah menghapus dosa yang dibuat tahun lalu.

Niat Puasa 9 Dzulhijjah ( Arofah)

نويتُ صومَ عرفة سُنّةً لله تعالى

“Nawaitu shauma ‘arafata sunnatan lillahi ta’ala.”
Artinya, “Saya niat puasa sunah Arafah karena Allah Ta’ala

puasa Arafah juga mendatangkan kemuliaan.

1. Allah akan memberi keberkahan pada kehidupannya.
2. Bertambah harta.
3. Dijamin kehidupan rumah tangganya.
4. Dibersihkan dirinya dari segala dosa dan kesalahan yang telah lalu.
6. Dilipatgandakan amal dan ibadahnya.
7. Dimudahkan kematiannya.
8. Diterangi kuburnya selama di alam Barzah.
9. Diberatkan timbangan amal baiknya di Padang Mahsyar.
10. Diselamatkan dari kejatuhan kedudukan di dunia, serta dinaikkan martabatnya di sisi Allah SWT.

Selamat berjuang untuk mendapat karunia Allah azzaw wajalla

Kebaikan dan keburukan


سُوۡرَةُ الشّمس
بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

وَٱلشَّمۡسِ وَضُحَٮٰهَا (١) وَٱلۡقَمَرِ إِذَا تَلَٮٰهَا (٢) وَٱلنَّہَارِ إِذَا جَلَّٮٰهَا (٣) وَٱلَّيۡلِ إِذَا يَغۡشَٮٰهَا (٤) وَٱلسَّمَآءِ وَمَا بَنَٮٰهَا (٥) وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا طَحَٮٰهَا (٦) وَنَفۡسٍ۬ وَمَا سَوَّٮٰهَا (٧) فَأَلۡهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقۡوَٮٰهَا (٨) قَدۡ أَفۡلَحَ مَن زَكَّٮٰهَا (٩) وَقَدۡ خَابَ مَن دَسَّٮٰهَا (١٠) كَذَّبَتۡ ثَمُودُ بِطَغۡوَٮٰهَآ (١١) إِذِ ٱنۢبَعَثَ أَشۡقَٮٰهَا (١٢) فَقَالَ لَهُمۡ رَسُولُ ٱللَّهِ نَاقَةَ ٱللَّهِ وَسُقۡيَـٰهَا (١٣) فَكَذَّبُوهُ فَعَقَرُوهَا فَدَمۡدَمَ عَلَيۡهِمۡ رَبُّهُم بِذَنۢبِهِمۡ فَسَوَّٮٰهَا (١٤) وَلَا يَخَافُ عُقۡبَـٰهَا (١٥)
Surah MATAHARI
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, (1) dan bulan apabila mengiringinya, (2) dan siang apabila menampakkannya, (3) dan malam apabila menutupinya [1], (4) dan langit serta pembinaannya, (5) dan bumi serta penghamparannya, (6) dan jiwa serta penyempurnaannya [ciptaannya], (7) maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu [jalan] kefasikan dan ketakwaannya, (8) sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, (9) dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (10) [Kaum] Tsamud telah mendustakan [rasulnya] karena mereka melampaui batas, (11) ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka, (12) lalu Rasul Allah [Shaleh] berkata kepada mereka: [“Biarkanlah] unta betina Allah dan minumannya”. (13) Lalu mereka mendustakannya dan menyembelih unta itu, maka Tuhan mereka membinasakan mereka disebabkan dosa mereka, lalu Allah menyama-ratakan mereka [dengan tanah], (14) dan Allah tidak takut terhadap akibat tindakan-Nya itu. (15)

Pada firman Allah subhanahu wata’ala di atas ayat ke delapan, termaktub bahwa setiap diri manusia terdapat potensi keburukan dan potensi kebaikan. Karena itu setiap diri semestinya berusaha untu mengontro dirinya agar menghindari munculnya potensi keburukan yang akan berdampak kerugian bagi dirinya, keluarganya, umat manusia dan alam semesta. Sebaliknya setiap manusia diperlukan berusaha semaksimal mungkin  agar dapat memanfaatkan potensi kebaikan yang terdapat dalam dirinya guna menjaga kedamaain, ketentraman, kebahagian serta keselamatan dunia dan akhirat.

Untuk memiliki daya kontrol potensi yang terdapat dalam diri, seseorang tentu perlu mendetaksi setiap gerak pikiran, perasaan dan tindakan untuk mengenal mana yang baik dan mana yang buruk. Apabila telah dapat mengenal pemisahan anatara yang baik dan buruk, maka selanjutnya dapat berikhtiar semaksimal mungkin untuk mengendalikan agar real action yang selalu dilakukan dalam kehidupannya

Beberapa langkah strategis dapat dilakukan agar dapat memanfaatkan potensi kebaikan yang terdapat dalam diri, diantaranya :

1. Menghilangkan nafsu syaithoniah

2. Memiliki ilmu pengetahuan dan wawasan agama Islam, baik itu tentang aqidah, fiqhiyah dan akhlaq

3.

Penulis : Abi Rayyan

bersambung……….

 

Jazirah Arab sebelum Nabi Muhammad

Letak Geografisnya

Tidak ada suatu simenanjung pun yang menyamai luas jazirah Arabia. Jazirah Arabia adalah semenanjung yang paling luas di dunia. Para ahli geografis Arab menamakan semenanjung Arab itu dengan nama Jazirah ( Pulau ). Sebab ketiga sisinya dikelilingi oleh tiga laut. Letaknya di sebelah barat daya Benua Asaia. Sebelah Timur Jazirah perbatasan dengan Teluk Persia. Sebelah Selatannya dibatasi oleh lautan hindia. Dan sebelah baratnya dibatasi oleh laut merah. Sedangkan sebelah utaranya merupakan batasan yang tidak jelas. Hanya saja para ahli geografis Arab membatasinya mulai dari teluk Aqabah memanjang sampai teluk Persia.

Kaum muslimin membagi Jazirah Arabia menjadi lima daerah :

a. Hijaz : ialah daerah yang memanjang dari teluk Aqobah sampai ke Yaman. Nama Hijaz berarti suatu daratan yang rendah memanjang di sekitar laut merah.

b. Tihamah

c. Yaman

d. Najed ialah dataran tinggi yang memanjang dari Hijaz sampai ke laut Arab dan laut merah. dataran ini merupakan suatu padang pasir dan gunung – gunung

e. Yamamah ialah daerah yang memanjang dari Yaman sampai Najed yang menghubungkan kedua laut ( laut Arab dan laut merah )

Pembagian seperti yang disebutkan di atas adalah berdasarkan pembagian oleh Abdullah Ibnu Abbas.

KEADAAN IKLIM DAN PENDUDUK JAZIRAH ARAB

Pada umumnya keadaan di Jazirah Arabia adalah suatu padang pasiryang tandus dan kering. Kedaan yang sedemikian itu disebabkan oleh pengaruh iklim dan letak geografisnya. Karena itu penduduknya sangat sedikit sekali. Keadaan yang sedemikian itu pula yang menyebabkan hidup penduduknya nomaden ( berpindah – pindah ) yang tidak mempunyai rasa persatuan sehingga tidak dapat didirikan pemerintahan yang teratur.

Adapun daerah yang padat penduduknya terbatas pada daerah yang banyak turun hujan atupun yang banyak terdapat sumber air. Sebab kehidupan di sana tergantung pada banyaknya air. Setiap daerah yang mempunyai sumber air selalu didatangi oleh kafilah padang pasir. Pada umumnya kehidupan Bangsa Arab adalah hidup yang berpindah – pindah. Mereka akan berpindah – pindah untuk mencari sumber air dan padang rumput untuk ternaknya.

Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa kehidupan mereka sangat sukar sekali. Susunan masyarakat bangsa Arab terdiri dari kabilah – kabilah. Suatu kabilah boleh dikatakan suatu bangsa dan pemerintahan tersendiri. Kehidupan semacam ini tidak pernah tenang sama sekali. Mereka hanya mengenal kekuatan saja. Hidupnya selalu berpetualang. Mereka selalu berperang satu sama lainnya. Terutama sekali mereka sering memusuhi kepada masyarakat yang telah maju.

Disamping itu bangsa Arab juga mempunyai sifat ikhlash dan ta’at pada pemimpin kabilahnya. Mereka senang sekali terhadap tamu dan selalu menempati perjanjian dalam peperangan maupun janji persahabatan seperti yang telah mereka tetapkan. Sifat yang kami sebutkan di atas itu selalu mereka banggakan dan mereka abadikan dalam puisi – puisi mereka. Bangsa Arab senang pada persamaan dan hidup bebas. Mereka pada umumnya bersifat tegas dan berani untuk membela kebenaran. Jarang sekali mereka yang mau hidup dalam kehinaan. Mereka selalu bangga dengan keadaanya walaupun keadaannya sangat melarat.

Pada umunya bangsa Arab kepercayaannya pada agama sangat lemah. Mereka hanya percaya pada agama dan adat istiadat yang diwarisi dari nenek moyangnya saja. Pokonya mereka berlaku baik itu hanya terdorong oleh sifat mulia saja. Mereka selalu mengelu – elukan segala budi pekerti itu dalam syair dan puisi mereka. ( Abu Hasan Ali An-Nadwi. Terjemahan H. Bey Arifin & Yunus Ali Muhdhar-Riwayat Hidup rasulullah )

 

Jenis -jenis ibadah Haji

الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ

 (Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.

Haji adalah merupakan salah satu ibadah mahdhoh dimana waktu pelaksanaannya, tempat melakukan dan tatacaranya semuanya telah ditentukan oleh Allah subhanahu wata’ala dan Rasul-Nya.

Kemudian dalam fiqh, tatacara pelaksanaan ibadah haji dibagi menjadi 3, yaitu :

Haji Ifrad (mendahulukan Haji daripada Umroh)

Haji ifrod adalah dalam pelaksanaannya yaitu seseorang hanya melakukan haji saja dibulan haji tanpa melakukan umroh pada bulan haji tersebut. Sedang umroh akan dilakukan pada bulan setelah haji.

Ketika sampai di Makkah, langsung melakukan thowaf qudum sebanyak 7 kali putaran, lalu sholat sunat di maqam Ibrahim, setelah itu bersa’i 7 kali. Adapun setelah sa’i tanpa bertahallul. Dalam kondisi berihram dengan menta’ati segala larangan – larangannya hingga tanggal 10 zul hijjah.

Setelah seluruh rangkaian haji telah selesai, maka yang bersangkutan apabila yang bersangkutan akan melaksanakan umroh kapan saja diawali kembali menggunakan ihram dan miqod untuk umroh.

Bagi yang melaksanakan haji ifrod tidak dituntut untuk membayarkan dam ( tidak perlu menyembelih seekor kambing )

Haji Qiran (melaksanakan Haji sekaligus Umrah)

Bagi yang berhaji qiron, berniat untuk haji dan untuk umroh dengan cara bersamaan dalam bulan haji ditahun yang sama. Ketika masuk ke kota Makkah, maka yang bersangkutan langsung melakukan thowaf qudum serta bersa’i namun tidah tahallul sampai dengan tanggal tanggal 10 Dzul Hijjah.

Yang bersangkutan karena melakukan haji qiran, maka baginya dituntut untuk bayar “dam” yaitu menyembelih seekor kambing atau seper tujuh dari sapi atau unta yang dilakukan pada nahar  tanggal 10 Dzul Hijjah atau di hari-hari tasyriq (tanggal 11, 12, 13 Dzul Hijjah).

Haji Tamattu’ (mendahulukan Umrah baru kemudian Haji) :

Haji tamattu adalah seseorang memasuki kota mekkah dengan berihram untuk umroh, lalu begitu tiba di makkah, melakukan thowaf tujuh kali, sa’i sofa marwah tujuh kali, kemudian dilanjutkan dengan tahallul umroh. Dengan demikian karena yang bersangkutan sudah bertahallul, maka segala larangan ihram tidak lagi berlaku pada dirinya.

Selanjutnya pada tanggal 8 zul hijjah, maka yang bersangkutan bermiqad di Makkah untuk haji, lalu berpindah dari tempat tinggalnya di Makkah menuju Arofah dalam keadaan ihram untuk haji. Dan seterusnya melaksanakan seluruh rangkaian ibadah hajinya secara tuntas.

Bagi yang berhaji tamattu, maka diwajibkan untuk menyembelih Dam yaitu seekor kambing atau sepertuju sapi ataupun onta. Bila tidak mampu menyembelih, maka wajib berpuasa 10 hari; 3 hari di waktu haji (boleh dilakukan di hari tasyriq). Namun yang lebih utama dilakukan sebelum tanggal 9 Dzul Hijjah/hari Arafah) dan 7 hari setelah pulang ke kampung halamannya. Banyak jama’ah yang memilih Haji tamattu karena relative terlebih mudah karena selesai tawaf dan sai langsung tahallul agar terbebas dari larangan selama ihram.

Wallahu a’lam bissawab

Jika terdapat kekeliruan, silahkan sampaikan kepada kami agar segera dikoreksi

Hubungi kami, dengan klik di sini

Haji dan Umroh yang mabrur

Ungkapan doa yang kerap diucapkan bagi setiap jamaah haji dan umroh baik sebelum pemberangkatan maupun setelah selesai pelaksanaan ibadah haji dan umroh adalah ” semoga menjadi mabrur”. Amin

Mendapatkan haji yang mabrur dan umroh yang maqbulah tentu merupakan harapan utama bagi bagi setiap jamaah yang berhaji dan berumroh. Karena tentu haji dan umroh yang mabrur merupakan anugerah Allah azzawajalla yang sangat istimewa, sebagaimana sabda nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam.

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: العمرةُ إلى العمرةِ كفَّارَةٌ لمَا بينَهمَا ، والحجُّ المبرورُ ليسَ لهُ جزاءٌ إلا الجنَّةُ

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “ Antara Ibadah umrah ke ibadah umrah berikutnya adalah penggugur (dosa) di antara keduanya, dan haji yang mabrur tiada balasan (bagi pelakunya) melainkan surga” (HR. Bukhori dan Muslim )

Lalu apa yang dimaksud dengan mabrur ?

Dari sisi bahasa, “mabrur” adalah isim maf’ul asal kata al birru. Al birru itu artinya kebaikan. Dan “haji dan umroh yang mabrur” berarti  ibadah haji dan umroh yang mendapatkan kebaikan.

Suatu kebaikan tentu meliputi 3 pase, yaitu : 1. Fase persiapan, 2. Fase pelaksanaan, dan 3. Fase setelah pelaksanaan

Fase persiapan

Sebelum melaksanakan ibadah haji atau ibadah umroh, maka tentu setiap calon tamu Allah melakukan beberapa tahapan proses persiapan. Untuk mendapatkan haji dan umroh yang mabrur, maka sejak perencanaan, menyiapkan biaya, kelengkapan berkas administrasi, kesehatan, pendaftaran dan penetapan quota keberangkatan tentu hendak dilakukan dengan baik ( bil birri )

Sekali lagi bahwa seluruh rangkaian persiapan tersebut, tentu sudah semestiya dilakukan dengan cara – cara yang baik dan halal ( bil birri ).

Sejumlah biaya yang akan digunakan untuk pembiayaan haji dan umrohnya selayaknya dari rikzi yang sah dan halal.

Demikian juga proses pemberkasan, pendaftaran dan penetapan quota juga tentu harus dilakukan dengan jujur, tidak ada unsur kebohongan dan tanpa mendholimi pihak lain lain manapun juga.

Fase pelaksanaan

Pada fase pelaksanaan ibadah haji dan ibadah umroh, sangatlah penting memperhatikan beberapa faktor yang mendukung untuk mendapatkan haji dan umroh yang mabrur, diantaranya :

  1. Keihklasan

Keihklasan merupakan faktor utama yang mesti dimiliki seseorang yang melaksanakan ibadah haji dan umroh, ya’ni ketika melaksanakan rangkaian ibadah haji dan umroh mampu menunjukan suatu bukti dari ketundukan seorang hamba kepada Robnya Allah Robbul izzati. Dengan demikian hati menjadi lembut dan tawadhu’ dihadapan Allah subhanahu wata’ala serta tanpa ada keluh kesah yang mengganggu kekhusyuan dalam beribadah sekalipun lelah, cuaca yang tidak nyaman, bahkan terkadang haos dan lapar.

Surah Al Bayyinah (البينة), Ayat: 5

وَمَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ حُنَفَآءَ وَيُقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَذَٰلِكَ دِينُ ٱلْقَيِّمَةِ

Artinya : Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus

2. Pelaksanaan ibadah sesuai dengan ketuan – ketentuan yang telah ditetapkan

Dalam pelaksaannya dituntut agar memenuhi syarat – syarat dan rukun haji dan umroh yang telah ditetapkan Allah dan Rasul-Nya.

Adapun syarat – syarat dan rukun haji ini juga dikenal dengan istilah manasiq haji.

وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ للهِ فَإِنْ أُحْصِرْتُمْ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ وَلاَ تَحْلِقُوا رُءُوسَكُمْ حَتَّى يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّهُ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ بِهِ أَذًى مِّن رَّأْسِهِ فَفِدْيَةُُ مِّنْ صِيَامٍ أَوْ صَدَقَةٍ أَوْ نُسُكٍ فَإِذَآ أَمِنتُمْ فَمَن تَمَتَّعَ بِالْعُمْرَةِ إِلَى الْحَجِّ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدِْي فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ فِي الْحَجِّ وَسَبْعَةٍ إِذَارَجَعْتُمْ تِلْكَ عَشَرَةٌ كَامِلَةٌ ذَلِكَ لِمَن لَّمْ يَكُنْ أَهْلُهُ حَاضِرِي الْمَسْجِدِ الْحَراَمِ وَاتَّقُوا اللهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah. Jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit), maka (sembelihlah) kurban yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu sebelum kurban sampai ke tempat penyembelihannya. Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu dia bercukur), maka wajiblah atasnya berfidyah, yaitu berpuasa, atau bersedekah, atau berkurban. Apabila kamu telah (merasa) aman, maka bagi siapa yang ingin mengerjakan umrah sebelum haji (di dalam bulan Haji), (wajiblah dia menyembelih) kurban yang mudah didapat. Tetapi jika dia tidak menemukan (binatang kurban atau tidak mampu), maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. Demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekkah). Dan bertakwalah kepada Allah dan ketauhilah bahwa Allah sangat keras siksa-Nya”.

(Al-Baqarah )

3. Meninggalkan larangan – larangan dalam berhaji

Beberapa larangan yang sudah seyogyanya wajib dijauhi, baik bentuk – bentuk prilaku yang telah ditentukan maupun segala hal – hal yang bertentangan dengan akhlaq mulia, sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala

الْحَجُّ أَشْهُرُُ مَّعْلُومَاتُُ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلاَ رَفَثَ وَلاَ فُسُوقَ وَلاَ جِدَالَ فِي الْحَجِّ

“(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi. Barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat kefasikan, dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji”. [Al-Baqarah: 197]

Fase pasca pelaksanaan ( Setelah menunaikan ibadah haji )

Haji dan umroh yang mabrur bukan hanya sekedar harapan dan doa, akan tetapi perlu ikhtiar yang konsisten bahkan setelah selesai melaksanakan ibadah haji dan umroh dimana alhujjaj telah berada kembali di tanah . Diantara cara – cara menjaga haji dan umroh yang mabrur, ya’ni

  1. Konsisten mengingat akan Allah subhanahu wata’ala

Setelah pelaksanaan ibadah haji harus tetap konsisten untuk selalu mengingat Allah subhanahu wata’ala disepanjang waktu dan mengimplikasikan dalam semua aspek kehidupan.

Hendaknya memiliki peningkatan kemampuan yang lebih baik dalam mengelola perasaan, fikiran serta prilaku agar sesuai dengan ridho Allah subhanahu wataala. Sebagaimana firman Allah subhanahu wataala :

Surah Al Baqarah (البقرة), Ayat: 200

فَإِذَا قَضَيْتُم مَّنَٰسِكَكُمْ فَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ كَذِكْرِكُمْ ءَابَآءَكُمْ أَوْ أَشَدَّ ذِكْرًا فَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَقُولُ رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنْيَا وَمَا لَهُۥ فِى ٱلْءَاخِرَةِ مِنْ خَلَٰقٍ

Artinya : Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berdzikirlah dengan menyebut Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berdzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang bendoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat.

2. Menjaga prilaku yang baik kepada sesama manusia disapanjang waktu

Diantara hadits rasulullah yang menerangkan tentang haji mabrur, yaitu :

قالوا: يَا رَسُولَ اللهِ، مَا الْحَجُّ الْمَبْرُوْرُ؟ قال: “إِطْعَامُ الطَّعَامِ، وَإِفْشَاءُ السَّلَامِ
Artinya, “Para sahabat berkata, ‘Wahai Rasulullah, apa itu haji mabrur?’ Rasulullah menjawab, ‘Memberikan makanan dan menebarkan kedamaian.’”
سئل النبي ما بر الحج قال إطعام الطعام وطيب الكلام وقال صحيح الإسناد ولم يخرجاه

Artinya, “Rasulullah SAW ditanya tentang haji mabrur. Rasulullah kemudian berkata, ‘Memberikan makanan dan santun dalam berkata.’

Dari hadits nabi di atas memberikan petunjuk bahwa ciri – ciri seseorang yang telah mendapatkan haji dan umroh yang mabrur  diantaranya :

  1. Selalu menjadi orang yang menjaga kedamaian bagi umat manusia.
  2. Dapat menjaga lisan dalam berbicara serta dalam mengeluarkan statementnya yang selalu santun dan tidak menimbulkan kerugian bagi pihak manapun
  3. Memiliki kepedulian sosial yang cukup baik, terutama membantu meringankan beban fakir – muskin, orang – orang yang tidak mampu. Selain kepedulian sosial dalam bentuk materi, tentu juga penting memiliki peran aktif memperjuangkan dari sisi politik, sosial, hukum dan budaya yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara adil dan merata.

Wallahu alam bissawab

Penulis : Abi Rayyan

Informasi dan konsultasi, silahkan klik di sini / hub by whatsApp : +6282221897286

Jabal Uhud yang dicintai dan mencintai Rasulullah

Jabal Uhud salah satu gunung yang terdapat di wilayah Madinah Kerajaan saudi Arabia merupakan gunung yang dicintai dan mencintai rasulullah sallallahu alaihi wasallam.

Uhud sebutan dalam bahasa arab, sedang apabila diartikan dalam bahasa Indonesia berarti  penyendiri /menyendiri. Selama nabi besar Muhammad Sallallahu alaihi wasallam tinggal di Madinah, maka setiap tahun diziarahi Sallallahu alaihi wasallam. Dan apa yang rasulullahi sallallahu alaihi wasallam lakukan juga diikuti oleh para sahabat beliau.

Dan umat muslim sampai saat ini setiap berpergian ke Madinah terutama jamaah umroh dan haji, Jabal uhud menjadi salah satu tujuan kunjungannya yang sangat terkesan dan sakral.

Dalam hadits nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda :

هَذَا جَبَلٌ يُحِبُّنَا وَنُحِبُّهُ

“Ini adalah gunung yang mencintai kami dan kamipun mencintainya,” (HR Bukhari).

Jabal Uhud berada  lebih kurang 4 km dari lokasi Masjid Nabawi al munawwarah,. Gunung uhud yang merupakan gunung terbesar di wilayah Madinah ini ukuran kelilingnya 19 km, tinggi 1 km dari permukaan air laut atau 300 m dari permukaan tanah.

……. bersambung ……..

 

Nama

Usia

Jenis kelamin
Laki -LakiPerempuan

Nomor whatsApp

Komentar

 

 

Kota Jeddah

Wilayah Arab Saudi memiliki 2 status dalam pandangan Islam, yaitu dimana sebahagian wilayahnya berstatus tanah haram dan bagian yang lainnya disebut dengan tanah halal.

Yang dimaksud dengan tanah haram adalah dimana wilayah tersebut diharamkan bagi yang bukan beragama Islam untuk memasuki wilayah tersebut dengan alasan apapun juga. Sedangkan tanah halal merupakan wilayah sama statusnya dengan seluruh wilayah di dunia, ya’ni boleh dimasuki oleh setiap manusia baik itu beragama Islam maupun yang bukan beragma Islam.

Salah satu bagia dari tanah halal adalah wilayah Jeddah.  Jeddah berasal dari bahasa Arab yang berti nenek. Menurut cerita rakyat arab, bahwa wilayah ini dinamakan Jeddah, dimana salah satu sebabnya bahwa di wilayah ini dikuburkan Siti Hawa, yaitu Nenek moyang seluruh umat manusia.

Wilayah Jeddah berjerak lebih kurang 75 Km dari Makkah Al Mukarramah. Kota ini berada disebelah timur laut merah, 309 garis BT dan antara 21 – 289 garis LU.

Kota Jeddah dengan luas  ± 3.500 kilometer persegi tersebut terlihat padat dan ramai. Deperkirakan jumlah mukimin mencapai lebih dari 1,5 juta jiwa, bersifat heterogen, yang terdiri dari Arab, Persia, Indonesia, India, Negro, bangsa-bangsa Eropa dan lain-Iain.

Suku Qudha’ah dianggap sebagai penduduk yang mula – mula mendiami daerah ini, dimana secara pelan waktu berjalan berkembang dan menjadi maju seperti sekarang ini. Di mana jika dilihat untuk sekarang ini Jedah merupakan kota Metropolitan yang sangat ramai dan megah. Gedung – gedung perkantoran pemerintah dan swasta serta pasar – pasar yang berbentuk mall modernpun demikian banyak kita jumpai.

Kemajuan kota ini tidak terlepas dari sejak Khalifah Utsman ben Affan meresmikan kota Jeddah sebagai kota pelabuhan di waktu itu. Diperkirakan sejak saat itulah suku – suku dari bangsa – bangsa di dunia mengunjungi kota ini untuk tujuan berbisnis dengan Khilafah islamiyah di bawah pimpinan Sayyiduna Utsman ben Affan.

Di bawah kepemimpinan Khalifdah Usman ben Affan, Islam memiliki kemajuan yang pesat di segala bidang termasuk bidang ekonomi dan bisnis. Khilafah Rasyidah ke 3 ini membuat kagum bangsa – bangsa di dunia. Sesungguhnya Islam merupakan sebuah system yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya, jika dijalankan secara benar dan konsisten sebagaimana dicontohkan rasulullah dan para sahabat- sahabat-nya, maka akan memberikan nilai – nilai yang sangat positif bagi umat manusia disegala bidang, baik itu bidang politik, budaya, social dan ekonomi.

Dasar beribadah haji dan umroh

Hadits Nabi Muhammad Sallallahu ‘alaihi wasallam

عَنْ أَبِيْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْن الخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: سَمِعْتُ النبي صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ: (بُنِيَ الإِسْلامُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَنَّ مُحَمَّدَاً رَسُوْلُ اللهِ، وَإِقَامِ الصَّلاةِ، وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ، وَحَجِّ البِيْتِ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ)

                Dari Abu Abdurrahman –Abdullah bin Umar bin Al Khathab Radhiallahu ‘Anhuma, dia berkata: “Aku mendengar Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: Islam dibangun atas lima hal; 1. Kesaksian bahwa tidak ada Ilah kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah, 2. menegakkan shalat, 3. menunaikan zakat, 4. haji, dan 5. puasa Ramadhan.”

فِيهِ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَقَامُ إِبْرَاهِيمَ وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آمِنًا وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

             Artinya : “Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. Ali ‘Imraan : 96-97)

وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ فَإِنْ أُحْصِرْتُمْ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ وَلا تَحْلِقُوا رُءُوسَكُمْ حَتَّى يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّهُ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ بِهِ أَذًى مِنْ رَأْسِهِ فَفِدْيَةٌ مِنْ صِيَامٍ أَوْ صَدَقَةٍ أَوْ نُسُكٍ فَإِذَا أَمِنْتُمْ فَمَنْ تَمَتَّعَ بِالْعُمْرَةِ إِلَى الْحَجِّ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلاثَةِ أَيَّامٍ فِي الْحَجِّ وَسَبْعَةٍ إِذَا رَجَعْتُمْ تِلْكَ عَشَرَةٌ كَامِلَةٌ ذَلِكَ لِمَنْ لَمْ يَكُنْ أَهْلُهُ حَاضِرِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

           Artinya : “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan `umrah karena Allah. Jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit), maka (sembelihlah) korban yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), maka wajiblah atasnya berfidyah, yaitu: berpuasa atau bersedekah atau berkorban. Apabila kamu telah (merasa) aman, maka bagi siapa yang ingin mengerjakan `umrah sebelum haji (di dalam bulan haji), wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat. Tetapi jika ia tidak menemukan binatang korban atau tidak mampu), maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. Demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidilharam (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekah). Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya.”

baca  seterusnya > Ketentuan kewajiban berhaji dan umroh

*** Ingin berhaji dan berumroh, silahkan hubungi penyelenggara resmi yang sesuai dengan ketentuan Pemerintah Republik Indonesia

 

Dam dan Fidyah

وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ ۚ فَإِنْ أُحْصِرْتُمْ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ ۖ وَلَا تَحْلِقُوا رُءُوسَكُمْ حَتَّىٰ يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّهُ ۚ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ بِهِ أَذًى مِنْ رَأْسِهِ فَفِدْيَةٌ مِنْ صِيَامٍ أَوْ صَدَقَةٍ أَوْ نُسُكٍ ۚ فَإِذَا أَمِنْتُمْ فَمَنْ تَمَتَّعَ بِالْعُمْرَةِ إِلَى الْحَجِّ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ ۚ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ فِي الْحَجِّ وَسَبْعَةٍ إِذَا رَجَعْتُمْ ۗ تِلْكَ عَشَرَةٌ كَامِلَةٌ ۗ ذَٰلِكَ لِمَنْ لَمْ يَكُنْ أَهْلُهُ حَاضِرِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Artinya : “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan ‘umrah karena Allah. Jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit), maka (sembelihlah) korban yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), maka wajiblah atasnya berfid-yah, yaitu: berpuasa atau bersedekah atau berkorban. Apabila kamu telah (merasa) aman, maka bagi siapa yang ingin mengerjakan ‘umrah sebelum haji (di dalam bulan haji), (wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat. Tetapi jika ia tidak menemukan (binatang korban atau tidak mampu), maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. Demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekah). Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya”.

Sebelum menjelaskan tentang dam yang diwajibkan bagi yang melaksanakan ibadah haji dan umroh, maka terlebih dahulu kita menjelaskan batas – batas haji dan umroh

Umroh

Umroh adalah merupakan ibadah yang dilakukan oleh ummaro, dengan dimulai dari niat berihram untuk umroh di miqod dan diselesaikan dengan bertahallul

Haji

Haji adalah merupakan ibadah yang dilakukan oleh hujjaj ( orang – orang yang berhaji ), yang dimulai dari niat berihram untuk haji dan diselesaikan dalam 2 tahap, yaitu tahap awal yang dinamakan “tahallul awal” dan tahap akhir yaitu tahallul tsani

Adapun dalam masa waktu setelah berniat ihram untuk haji dan umroh, maka terdapat beberapa sebab yang mewajibkan menyembelih dam /Fidyah. Sebagaimana diuraikan dalam Kitab Al Mughnie, Syaih Sa’id bin Abdul Qodir Basyanfar, yaitu :

  1. Jika melanggar salah satu wajib haji atau umrah.
  2. Melanggar kesucian ihram ketika melakukan pelanggaran larangan ihram.
  3. jika tertahan atau kehabisan waktu ibadah haji
  4. Dam Mut’ah atau dam qiran

Poin pertama adalah terjadinya pelanggaran salah satu dari wajib haji, diantara meninggalkan larangan dalam masa berihram, yaitu :

  1. Tidak boleh menggunakan pakaian berjahit
  2. Tidak boleh menutup kepala

Khusus Perempuan

  1. Tidak boleh bercadar /menutup wajah
  2. Tidak boleh menutup kedua telapak tangannya

Laki – laki dan perempuan

  1. Tidak niat ihram di miqod
  2. Mencukur rambut dan bulu pada tubuh
  3. Memotong kuku kaki atau kuku tangan
  4. Menggunakan wangi – wangian
  5. Memburu /mengganggu binatang
  6. Merusak tanaman
  7. Bercumbu /jima’ /mendatangkan nafsu syahwat
  8. Melakukan aqad nikah dan menjadi wali nikah ( meikahkan )

Apabila, terjadi pelanggaran sebagaimana poin satu di atas, maka dam /fidyah dapat dipilih sebagai berikut, yaitu :

  1. Menyembelih seekor kambing
  2. Bersedekah 1/2 sha 1,5 kg beras kepada 6 orang miskin
  3. Berpuasa

Dari Sabda Rasulullah SAW kepada Ka’ab bin Ujrah RA, Rasulullah SAW bersabda kepadanya, “Tampaknya rasa pusing di kepalamu itu membuatmu sakit?” Ia menjawab, “Betul, ya Rasulullah!” Rasulullah SAW pun bersabda, “Cukurlah rambutmu itu, lalu berpuasalah selama tiga hari, memberi makan enam orang miskin, atau berkurban satu ekor kambing.” (Hadits muttafaqun ‘alaih)

Hadits itu menetapkan tentang mencukur rambt. Para lama menganggap memotong kuku, memakai pakaian berjahit dan memakai wewangian serupa dengan mencukur rambut. Para imam mazhab empat setuju dengan ketetapan ini.

Untuk memperdalam pemahaman kita tentang masalah tersebut, ada baiknya kita melihat Pendapat Empat Mazhab tentang hal tersebut:

Perihal Mencukur Rambut

Menurut Mazhab Hanafi

Apabila seseorang dalam masa berihram, lalu mencukur seperampat rambut pada kepala, jenggot atau bulu pada bagian badannya yang lain, maka diwajibkan membayar “Dam. Jika jumlah yang dicukur kurang dari itu, maka cukup dengan membayar fidyahnya saja.

Menurut Mazhab Maliki

Mencukur atau menghilangkan lebih dari sedikit rambut atau bulu pada bagian tubuh lainnya, maka diwajibkan “Dam”. Namun jika hanya 1 lembar atau lebih sedikit, maka cukup denagn Fidyahnya saja

Menurut Mazhab Syafi’i dan Hambali

Apabila mencukur atau menghilangkan rabut datau bulu pada bagian tubuh lainnya batas 4 helai atau kurang dari itu, maka wajib baginya Fidyah 1 mud /3/4 kg beras /makanan pokok untuk 6 orang miskin.

Memotong Kuku

Menurut Mazhab Hanafi

Memotong kuku jari atau kuku kaki semuanya, maka wajib Dam. Namun jika sebahagian saja, maka wajib fidyah saja

Menurut Mazhab Maliki

Status hukum memotong kuku sama dengan status hukum memotong rambut.

Pendapat penulis  ( Abi Rayyan )

  1. Melakukan pelanggaran salah satu jenis dari larangan ihram dilakukan hanya sebahagian kecil, maka cukup dengan Fidyah saja.
  2. Melakukan pelanggaran salah satu jenis larangan ihram sebagaian besar atau secara sempurna ( misalnya menutup kepala secara keseluruhan, memotong kuku atau mencukur sebagaian besar dan jenis – jenis larangan lainnya ), maka wajib membayar Dam
  3. Pelanggaran yang lakukan dengan disengaja atau tidak disengaja, jika dilakukan dalam keadaan sadar, maka status hukumnya sama

Cara Pembayaran Fidyah Pelanggaran larangan Ihram

  1. Pembayaran dam atau fidyah dilakukan di makkah, yaitu dibagikan kepada Fakir miskin di Makkah Al mukarramah
  2. Dam adalah menyembelih seekor kambing atau domba yang katagorinya sama dengan hewan Qurban. Semakin gemuk hewannya, maka semakin besar fahalanya
  3. 1 mud setera kurang dari 1 kg ( lebih baik genapkan ukuran 1 kg ) X 6
  4. Untuk penyembelih Dam atau Fidyah dapat dikerjakan sendiri. Namu jika kesulitan, maka berikanlah kepada yang amanah untuk dikerjakannya. Ketika menyerahkan harga Dam, maka sebaiknya bersepakat berapa biaya dam yaitu harga hewan dan upahnya. Hal tersebut dimaksudkan agar jika ada uang lebih dari harga hewan, maka halal untuk dimakan atau digunkan untuk keperluan orang yang menerima amanah.

bersambung

Konsultasi & Informasi, silahkan klik di sini

 

Arofah

Salah satu tempat yang sakral dalam pelaksanaan ibadah haji adalah Arofah. Dimana pada setiap musim haji seluruh jamaah haji pada tanggal 9 zul hijjah berkumpul di Arofah guna melaksanakan salah satu rukun hajinya yaitu wuquf di Arofah. Nabi Sallallahu alaihi wasalam bersabda :

الْحَجُّ عَرَفَةُ

Haji itu adalah wuquf di Arofah ( H.R. At Tirmidzi )

Arofah merupakan hamparan padang pasir yang tandus pada lalu, namun sekarang telah tumbuh pohon – pohon kecil yang sengaja ditanami oleh Pemerintah kerajaan Arab Saudi. Adapun letaknya adalah disebelah Tenggara Masjidil Haram diluar batas tanah haram, dengan jarak tempuh lebih kurang salah 22 km dari Masjidil haram. Adapun satu satu masy’ar dalam berhaji  ini diperkirakan luasnya lebih kurang 10.4 km2. Di mana pada setiap musim haji ditempati oleh seluruh jamaah haji yang datang dari seluruh penjuru dunia.

Tempat ini dinakan dengan Arofah adalah bahwa dalam salah satu pendapat dikarenakan ditempat inilah terjadi peristiwa bertemunya nabiullah Adam Alaihissalam dengan Isterinya Ibunda Siti Hawa, setelah berpisah dalam waktu yang cukup lama sejak mereka diturunkan dari surga. Arofah artinya mengetahui, mengenal ataupun suatu pertemuan dengan arti yang lebih luas.

Hari Arofah yang jatuh pada setiap tanggal 9 Zul Hijjah memiliki keistimewaan di sisi Allah azza wajalla, dimana Rasulullah sallallahu alaihi wasallam menyebutkan dalam beberapa hadits beliau, diantaranya :

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ: مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ

Artinya : “ Tidak ada hari di mana Allâh robbul izzati membebaskan hamba-Nya dari neraka lebih banyak dari pada hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat diri-Nya lalu membanggakan mereka di depan para malaikat dan berkata: Apa yang mereka inginkan?” ( HR. Muslim )

Pada hadits yang lain Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, bersabda :

خَيْرُ الدُّعاءِ دُعاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَناَ وَالنَّبِيُّوْنَ مِنْ قَبْلِيْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Artinya : “Sebaik-baik doa adalah doa hari Arafah, dan sebaik-baik ucapan yang aku dan para nabi sebelumku ucapkan adalah La ilaha illallah wahdahu la syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘ala kulli syaiin qadir.” ( HR. At Tirmidzi ).

Bagi para jamaah haji yang akan melaksanakan wuquf di Arofah, disunnahkan memperbanyak talbiyah, takbir, tahmid , tasbih dan tahlil serta berdoa kepada Allah azza wajalla dalam perjalanan mereka. Sabda nabi Sallallahu alaihi wasallam :

غَدَوْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- مِنْ مِنًى إِلَى عَرَفَاتٍ مِنَّا الْمُلَبِّى وَمِنَّا الْمُكَبِّرُ.

Artinya : “Kami berangkat di waktu pagi bersama Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Mina ke Arafah, di antara kami ada yang bertalbiyah dan ada yang bertakbir”. ( HR. Muslim )

Konsultasi

Dasar beribadah Haji dan Umroh

Hadits Nabi Muhammad Sallallahu ‘alaihi wasallam

عَنْ أَبِيْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْن الخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: سَمِعْتُ النبي صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ: (بُنِيَ الإِسْلامُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَنَّ مُحَمَّدَاً رَسُوْلُ اللهِ، وَإِقَامِ الصَّلاةِ، وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ، وَحَجِّ البِيْتِ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ)

                Dari Abu Abdurrahman –Abdullah bin Umar bin Al Khathab Radhiallahu ‘Anhuma, dia berkata: “Aku mendengar Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: Islam dibangun atas lima hal; 1. Kesaksian bahwa tidak ada Ilah kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah, 2. menegakkan shalat, 3. menunaikan zakat, 4. haji, dan 5. puasa Ramadhan.”

فِيهِ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَقَامُ إِبْرَاهِيمَ وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آمِنًا وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

             Artinya : “Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. Ali ‘Imraan : 96-97)

وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ فَإِنْ أُحْصِرْتُمْ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ وَلا تَحْلِقُوا رُءُوسَكُمْ حَتَّى يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّهُ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ بِهِ أَذًى مِنْ رَأْسِهِ فَفِدْيَةٌ مِنْ صِيَامٍ أَوْ صَدَقَةٍ أَوْ نُسُكٍ فَإِذَا أَمِنْتُمْ فَمَنْ تَمَتَّعَ بِالْعُمْرَةِ إِلَى الْحَجِّ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلاثَةِ أَيَّامٍ فِي الْحَجِّ وَسَبْعَةٍ إِذَا رَجَعْتُمْ تِلْكَ عَشَرَةٌ كَامِلَةٌ ذَلِكَ لِمَنْ لَمْ يَكُنْ أَهْلُهُ حَاضِرِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

           Artinya : “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan `umrah karena Allah. Jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit), maka (sembelihlah) korban yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), maka wajiblah atasnya berfidyah, yaitu: berpuasa atau bersedekah atau berkorban. Apabila kamu telah (merasa) aman, maka bagi siapa yang ingin mengerjakan `umrah sebelum haji (di dalam bulan haji), wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat. Tetapi jika ia tidak menemukan binatang korban atau tidak mampu), maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. Demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidilharam (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekah). Dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya.”

 

Beberapa bagian Ka’bah

Ka’bah adalah merupakan qiblat umat manusia yang beriman kepada Allah subhanahu wata’ala. Sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala

 

 

إِنَّ أَوَّلَ بَيۡتٍ۬ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِى بِبَكَّةَ مُبَارَكً۬ا وَهُدً۬ى لِّلۡعَـٰلَمِينَ

Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk [tempat beribadat] manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah [Mekah] yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia

Ka’bah merupaan tembok yang dibangun berbentuk persegi dari material batu – batu besar yang berwarna kebiru – biruan, yang menurut sejarah bersumber dari gunung – gunung sekitar Makkah.

Data fisik ka’bah :

  • Pondasi, diperkirakan ketebalannya 25 cm
  • Tinggi untuk seluruh bagian dinding, 15 meter
  • Dinding bagian utara lebarnya : 10,02 meter
  • Dinding bagian barat, lebarnya : 11.58 Meter
  • Dinding bagian Selatan, lebarnya : 10.13 Meter
  • Dinding bagian Timur, lebarnya : 10.22 Meter

Seluruh bagian dinding, ya’ni utara, selatan, timur dan barat adalah ditutup kelambu sutra hitam yang disebut dengan kiswah. Kiswah diganti satu kali dalam satu tahun, yaitu dalam penyambutan musim haji. Dimana kiswah dilipat setengah bangunan dengan disambung kain putih bagian bawah. Pada ketika seluruh jamaah mengikuti masa ihram untuk haji, maka kiswah diganti dengan yang baru.

Pada kain kiswah dituliskan kalimah Jalalah ” Allah Jalla Jalalah, La ilaha illallh, Muhammad Rasulullah”

Arti: “Allah Maha Agung, tiada Tuhan selain Allah. Muhammad utusan Allah”

RUKUN-RUKUN KA’BAH

Ka’bah memiliki empat sudut yang disebut dengan rukun, yaitu :

  • Sudut Yamani

Sudut ini dinamakan sudut yamani karena sudut ini menghadap ke negeri Yaman.

  • Sudut Hajar Aswad

Sebenarnya sudut ini juga menghadap ke negeri Yaman, namun karena pada sudut ini terdapat “hajar aswad”, maka sudut ini dikenal dengan sudut atau rukun Aswad

  • Sudut ( rukun ) Iraqi
  • Sudut ( rukun ) Syami

Adapun kedua sudut ini disebut juga sudut ( rukun ) syamiani. Dimana untuk saat ini menghadap ke negara – negara dipantai Timur laut, diantaranya Yordania, Palestina,Siria, Libanon serta negara lainnya sekitar.

Bagian – bagian dari Baitullah mulia ini, diantaranya :

Pintu Ka’bah

Pada bagian dinding disebelah Timur disamping Hajar Aswad terdapat pintu yang terbuat dari logam campuran eas dan perak dengan ketinggiannya lebih kurang 2 meter dinamakan pibtu Al-Burk sebagai pintu ka’bah yang mulia.

Hajar Aswad

Pada pojok sebelah Timur pada ketinggian lebih kurang setengah meter dari lantai terdapat tempelan logam putih yang membingkai sebagai tempat tempelan Hajar Aswad. Tempat ini sangat padat karena ramai jamaah ingin mengecup hajat aswad sebagai sunnah nabi yang mulia.

MULTAZAM

Pada antara Hajar Aswad dan pintu ka’bah dikenal dengan MULTAZAM.

Multazam merupakan salah satu tempat mustajab di Baitullah, karena itu ditempat ini para jamaah menyampaikan berbagai keinginannya dengan keluh kesah mereka kepada Allah robbul izzati.

HIJIR ISMAIL

Pada antara rukun iraqi dan rukun syami terdapat bangunan setengah yang bersambung dengan ka’bah dan memiliki dua pintu kecil, bsngunan tersebut dikenal sebagai hijir Ismail. Bangunan Hijir Ismail tersebut merupakan bagian dari ka’bah yang mulia. Sehingga bagi yang melakukan Thowaf tidak diperbolehkan dengan cara memotong masuk melalui pintu kecil dengan tanpa melingkar hijir Ismail.

ALMIJAN

Diantara sudut Hajar Aswad dan sudut Irawi bagian depan pintu pintu ka’bah terdapat Al-Mijan, ya’ni sebongkah batu bekas pijakan nabiullah Ibrahim dan putranya nabi Ismail alaihissalam.

MAQAM IBRAHIM

Disebelah Timur laut, terdapat Pintu Bani Syaibah sebagai pintu resmi memasuki tempat thowaf. Adapun Antara pintu Bani Syaibaj dan Ka’bah terdapat sebuah rumah kecil berkubah hijau, berdinding terali besi adalah eruakan Maqam Ibrahim, sebagai tempat yang utama mengerjakan sholat. Dan disinilah tempat Imam berdiri mengimami semua jenis sholat di Masjidil haram.

MATWAF

Sekeliling ka’bah dibuat lantai dari marmar yang diperuntukan untuk thowaf.

Dalam ka’bah

Terdapat tiga tiang didalam ka’bah untuk menopang atap. Dan terdapat sebuah tangga kecil untuk naik ke atas ka’bah melalui sebuah pintu kecil.

Wallahu a’lam bissawab

List of korean foods you should try when you visit korea

Korea has many unique foods and unique flavor in every foods. Most of Korean foods always have interesting appearance that will make us curious with the taste of the food.  And here are Korean foods that you should try when you visit korea.

  1. 떡볶이 (Tteokbokk-i)

This one popular food could found everywhere. We can meet this food in the street stall, in the restaurant or snack bar. Tteokbokk-I   consists of tteok or chewy rice cake cooked with seasoning gochujang  spicy and sweet, served with fish cake, and boiled egg

2. 김밥 (Kimbap)

Kimbap made from rice packed with sea-weed and served with kimchi and squid. This one is really popular because we can packed and bring this easily. Kimbap is popular as a dish brought for picnic, hiking, and other outdoor activities.

3. 순대 (Soondae)

Soondae is a popular street food in korea. Generally made by steaming cow or pig’s intestines stuffed with various ingredients and served with steamed offals such as liver and lung. Soondae also dipped in tteobokki  sauce because soondae often sold in snack bar along with tteobokki.

4. 치맥 (Chimaek)

Chimaek is stand for chicken and beer.  This fried chicken is different from American fried chicken. Korean fried chicken is fried chicken seasoned with special spice. This fried chicken is different from other fried chicken because it is fried twice and it makes the chicken more crispy and oily. And it is suit to be eaten together with your friends and family!

5. 막파 (Makpa)

Makpa is stand for makgeolli and pajeon. Makgeolli  is a tradisional alcohol, makgeolli  is perfect complement for pajeon  but certainly we can enjoy pajeon without makgeolli. Pajeon is a pancake made from dough consists of egg, flour, rice flour, leek, and other ingredients such meat.

6. 팥빙수 (Patbingsu)

Patbingsu is Korean dessert that is really favored by many people, especially in the summer days.  There are many variants of patbingsu. One of the variant here is patbingsu with red bean and sweetened condensed milk.

7. 짜장면 (Jjajangmyeon)

Jjajangmyeon is a Korean chinese food noodle dish. It is black soybean paste sauce noodle. And uses seafood for variant of the dish. We can meet this in the restaurant.

8. 냉면 (Naengmyeon)

Naengmyeon  is wheat noodles served with cold beef broth. This dish is most loved in the summer days. most Korean people eat nangmyeon in the restaurant. It is rarely they make it at home, or we can also buy instan in the supermarket.

9. 칼국수 (Kalguksu)

Kalguksu is a Korean noodle dish consisting of handmade. This noodle dish served with meat or seafood. This Korean noodle most consumed in summer days.

10. 비빔밥 (Bibimbap)

Bibimbap is Korean food that most contain of many dishes.  Bibimbap contain of white rice with dishes on the top of rice such as vegetables, meat, egg, and gochujang sauce.

Nama

Usia

Jenis kelamin
Laki -LakiPerempuan

Nomor whatsApp

Komentar