Beberapa bagian Ka’bah

Ka’bah adalah merupakan qiblat umat manusia yang beriman kepada Allah subhanahu wata’ala. Sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala

 

 

إِنَّ أَوَّلَ بَيۡتٍ۬ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِى بِبَكَّةَ مُبَارَكً۬ا وَهُدً۬ى لِّلۡعَـٰلَمِينَ

Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk [tempat beribadat] manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah [Mekah] yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia

Ka’bah merupaan tembok yang dibangun berbentuk persegi dari material batu – batu besar yang berwarna kebiru – biruan, yang menurut sejarah bersumber dari gunung – gunung sekitar Makkah.

Data fisik ka’bah :

  • Pondasi, diperkirakan ketebalannya 25 cm
  • Tinggi untuk seluruh bagian dinding, 15 meter
  • Dinding bagian utara lebarnya : 10,02 meter
  • Dinding bagian barat, lebarnya : 11.58 Meter
  • Dinding bagian Selatan, lebarnya : 10.13 Meter
  • Dinding bagian Timur, lebarnya : 10.22 Meter

Seluruh bagian dinding, ya’ni utara, selatan, timur dan barat adalah ditutup kelambu sutra hitam yang disebut dengan kiswah. Kiswah diganti satu kali dalam satu tahun, yaitu dalam penyambutan musim haji. Dimana kiswah dilipat setengah bangunan dengan disambung kain putih bagian bawah. Pada ketika seluruh jamaah mengikuti masa ihram untuk haji, maka kiswah diganti dengan yang baru.

Pada kain kiswah dituliskan kalimah Jalalah ” Allah Jalla Jalalah, La ilaha illallh, Muhammad Rasulullah”

Arti: “Allah Maha Agung, tiada Tuhan selain Allah. Muhammad utusan Allah”

RUKUN-RUKUN KA’BAH

Ka’bah memiliki empat sudut yang disebut dengan rukun, yaitu :

  • Sudut Yamani

Sudut ini dinamakan sudut yamani karena sudut ini menghadap ke negeri Yaman.

  • Sudut Hajar Aswad

Sebenarnya sudut ini juga menghadap ke negeri Yaman, namun karena pada sudut ini terdapat “hajar aswad”, maka sudut ini dikenal dengan sudut atau rukun Aswad

  • Sudut ( rukun ) Iraqi
  • Sudut ( rukun ) Syami

Adapun kedua sudut ini disebut juga sudut ( rukun ) syamiani. Dimana untuk saat ini menghadap ke negara – negara dipantai Timur laut, diantaranya Yordania, Palestina,Siria, Libanon serta negara lainnya sekitar.

Bagian – bagian dari Baitullah mulia ini, diantaranya :

Pintu Ka’bah

Pada bagian dinding disebelah Timur disamping Hajar Aswad terdapat pintu yang terbuat dari logam campuran eas dan perak dengan ketinggiannya lebih kurang 2 meter dinamakan pibtu Al-Burk sebagai pintu ka’bah yang mulia.

Hajar Aswad

Pada pojok sebelah Timur pada ketinggian lebih kurang setengah meter dari lantai terdapat tempelan logam putih yang membingkai sebagai tempat tempelan Hajar Aswad. Tempat ini sangat padat karena ramai jamaah ingin mengecup hajat aswad sebagai sunnah nabi yang mulia.

MULTAZAM

Pada antara Hajar Aswad dan pintu ka’bah dikenal dengan MULTAZAM.

Multazam merupakan salah satu tempat mustajab di Baitullah, karena itu ditempat ini para jamaah menyampaikan berbagai keinginannya dengan keluh kesah mereka kepada Allah robbul izzati.

HIJIR ISMAIL

Pada antara rukun iraqi dan rukun syami terdapat bangunan setengah yang bersambung dengan ka’bah dan memiliki dua pintu kecil, bsngunan tersebut dikenal sebagai hijir Ismail. Bangunan Hijir Ismail tersebut merupakan bagian dari ka’bah yang mulia. Sehingga bagi yang melakukan Thowaf tidak diperbolehkan dengan cara memotong masuk melalui pintu kecil dengan tanpa melingkar hijir Ismail.

ALMIJAN

Diantara sudut Hajar Aswad dan sudut Irawi bagian depan pintu pintu ka’bah terdapat Al-Mijan, ya’ni sebongkah batu bekas pijakan nabiullah Ibrahim dan putranya nabi Ismail alaihissalam.

MAQAM IBRAHIM

Disebelah Timur laut, terdapat Pintu Bani Syaibah sebagai pintu resmi memasuki tempat thowaf. Adapun Antara pintu Bani Syaibaj dan Ka’bah terdapat sebuah rumah kecil berkubah hijau, berdinding terali besi adalah eruakan Maqam Ibrahim, sebagai tempat yang utama mengerjakan sholat. Dan disinilah tempat Imam berdiri mengimami semua jenis sholat di Masjidil haram.

MATWAF

Sekeliling ka’bah dibuat lantai dari marmar yang diperuntukan untuk thowaf.

Dalam ka’bah

Terdapat tiga tiang didalam ka’bah untuk menopang atap. Dan terdapat sebuah tangga kecil untuk naik ke atas ka’bah melalui sebuah pintu kecil.

Wallahu a’lam bissawab