Jazirah Arab sebelum Nabi Muhammad

Umroh

Letak Geografisnya

Tidak ada suatu simenanjung pun yang menyamai luas jazirah Arabia. Jazirah Arabia adalah semenanjung yang paling luas di dunia. Para ahli geografis Arab menamakan semenanjung Arab itu dengan nama Jazirah ( Pulau ). Sebab ketiga sisinya dikelilingi oleh tiga laut. Letaknya di sebelah barat daya Benua Asaia. Sebelah Timur Jazirah perbatasan dengan Teluk Persia. Sebelah Selatannya dibatasi oleh lautan hindia. Dan sebelah baratnya dibatasi oleh laut merah. Sedangkan sebelah utaranya merupakan batasan yang tidak jelas. Hanya saja para ahli geografis Arab membatasinya mulai dari teluk Aqabah memanjang sampai teluk Persia.

Kaum muslimin membagi Jazirah Arabia menjadi lima daerah :

a. Hijaz : ialah daerah yang memanjang dari teluk Aqobah sampai ke Yaman. Nama Hijaz berarti suatu daratan yang rendah memanjang di sekitar laut merah.

b. Tihamah

c. Yaman

d. Najed ialah dataran tinggi yang memanjang dari Hijaz sampai ke laut Arab dan laut merah. dataran ini merupakan suatu padang pasir dan gunung – gunung

e. Yamamah ialah daerah yang memanjang dari Yaman sampai Najed yang menghubungkan kedua laut ( laut Arab dan laut merah )

Pembagian seperti yang disebutkan di atas adalah berdasarkan pembagian oleh Abdullah Ibnu Abbas.

KEADAAN IKLIM DAN PENDUDUK JAZIRAH ARAB

Pada umumnya keadaan di Jazirah Arabia adalah suatu padang pasiryang tandus dan kering. Kedaan yang sedemikian itu disebabkan oleh pengaruh iklim dan letak geografisnya. Karena itu penduduknya sangat sedikit sekali. Keadaan yang sedemikian itu pula yang menyebabkan hidup penduduknya nomaden ( berpindah – pindah ) yang tidak mempunyai rasa persatuan sehingga tidak dapat didirikan pemerintahan yang teratur.

Adapun daerah yang padat penduduknya terbatas pada daerah yang banyak turun hujan atupun yang banyak terdapat sumber air. Sebab kehidupan di sana tergantung pada banyaknya air. Setiap daerah yang mempunyai sumber air selalu didatangi oleh kafilah padang pasir. Pada umumnya kehidupan Bangsa Arab adalah hidup yang berpindah – pindah. Mereka akan berpindah – pindah untuk mencari sumber air dan padang rumput untuk ternaknya.

Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa kehidupan mereka sangat sukar sekali. Susunan masyarakat bangsa Arab terdiri dari kabilah – kabilah. Suatu kabilah boleh dikatakan suatu bangsa dan pemerintahan tersendiri. Kehidupan semacam ini tidak pernah tenang sama sekali. Mereka hanya mengenal kekuatan saja. Hidupnya selalu berpetualang. Mereka selalu berperang satu sama lainnya. Terutama sekali mereka sering memusuhi kepada masyarakat yang telah maju.

Disamping itu bangsa Arab juga mempunyai sifat ikhlash dan ta’at pada pemimpin kabilahnya. Mereka senang sekali terhadap tamu dan selalu menempati perjanjian dalam peperangan maupun janji persahabatan seperti yang telah mereka tetapkan. Sifat yang kami sebutkan di atas itu selalu mereka banggakan dan mereka abadikan dalam puisi – puisi mereka. Bangsa Arab senang pada persamaan dan hidup bebas. Mereka pada umumnya bersifat tegas dan berani untuk membela kebenaran. Jarang sekali mereka yang mau hidup dalam kehinaan. Mereka selalu bangga dengan keadaanya walaupun keadaannya sangat melarat.

Pada umunya bangsa Arab kepercayaannya pada agama sangat lemah. Mereka hanya percaya pada agama dan adat istiadat yang diwarisi dari nenek moyangnya saja. Pokonya mereka berlaku baik itu hanya terdorong oleh sifat mulia saja. Mereka selalu mengelu – elukan segala budi pekerti itu dalam syair dan puisi mereka. ( Abu Hasan Ali An-Nadwi. Terjemahan H. Bey Arifin & Yunus Ali Muhdhar-Riwayat Hidup rasulullah )