Kota Jeddah

Wilayah Arab Saudi memiliki 2 status dalam pandangan Islam, yaitu dimana sebahagian wilayahnya berstatus tanah haram dan bagian yang lainnya disebut dengan tanah halal.

Yang dimaksud dengan tanah haram adalah dimana wilayah tersebut diharamkan bagi yang bukan beragama Islam untuk memasuki wilayah tersebut dengan alasan apapun juga. Sedangkan tanah halal merupakan wilayah sama statusnya dengan seluruh wilayah di dunia, ya’ni boleh dimasuki oleh setiap manusia baik itu beragama Islam maupun yang bukan beragma Islam.

Salah satu bagia dari tanah halal adalah wilayah Jeddah.  Jeddah berasal dari bahasa Arab yang berti nenek. Menurut cerita rakyat arab, bahwa wilayah ini dinamakan Jeddah, dimana salah satu sebabnya bahwa di wilayah ini dikuburkan Siti Hawa, yaitu Nenek moyang seluruh umat manusia.

Wilayah Jeddah berjerak lebih kurang 75 Km dari Makkah Al Mukarramah. Kota ini berada disebelah timur laut merah, 309 garis BT dan antara 21 – 289 garis LU.

Kota Jeddah dengan luas  ± 3.500 kilometer persegi tersebut terlihat padat dan ramai. Deperkirakan jumlah mukimin mencapai lebih dari 1,5 juta jiwa, bersifat heterogen, yang terdiri dari Arab, Persia, Indonesia, India, Negro, bangsa-bangsa Eropa dan lain-Iain.

Suku Qudha’ah dianggap sebagai penduduk yang mula – mula mendiami daerah ini, dimana secara pelan waktu berjalan berkembang dan menjadi maju seperti sekarang ini. Di mana jika dilihat untuk sekarang ini Jedah merupakan kota Metropolitan yang sangat ramai dan megah. Gedung – gedung perkantoran pemerintah dan swasta serta pasar – pasar yang berbentuk mall modernpun demikian banyak kita jumpai.

Kemajuan kota ini tidak terlepas dari sejak Khalifah Utsman ben Affan meresmikan kota Jeddah sebagai kota pelabuhan di waktu itu. Diperkirakan sejak saat itulah suku – suku dari bangsa – bangsa di dunia mengunjungi kota ini untuk tujuan berbisnis dengan Khilafah islamiyah di bawah pimpinan Sayyiduna Utsman ben Affan.

Di bawah kepemimpinan Khalifdah Usman ben Affan, Islam memiliki kemajuan yang pesat di segala bidang termasuk bidang ekonomi dan bisnis. Khilafah Rasyidah ke 3 ini membuat kagum bangsa – bangsa di dunia. Sesungguhnya Islam merupakan sebuah system yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya, jika dijalankan secara benar dan konsisten sebagaimana dicontohkan rasulullah dan para sahabat- sahabat-nya, maka akan memberikan nilai – nilai yang sangat positif bagi umat manusia disegala bidang, baik itu bidang politik, budaya, social dan ekonomi.