Rebut kebahagiaan

Bahagia ?

Mau bahagia ?

Bahagiakah Anda saat ini ?

Ayo rebut kebahagian dari fatamorgana dunia yang pandai menipu Anda !

Dunia dengan segala keindahannya adalah sarana untuk menggapai bahagia, apakah Anda merasakan itu ?

Dunia dengan segala fatamorgana dan kekilauannya terkadang telah menipu banyak manusia. Bagaimana dengan Anda merasakan itu ? Saya berharap bukanlah salah seorang yang menjadi korban dari tipu daya dunia ini. Karena saya yakin Anda insan yang pandai memainkan peranan kekhalifahan di dunia ini.

Lalu bagaimana cara merebut kebahagian dari dunia ini, agar dunia dengan segala isinya memuja dan memanjakan Anda ?

Yok kita diskusikan bersama…..

Kebahagian tentu tidak dapat diukur dari sisi materi dan lahiriyahnya. Orang yang sedang mengalami kesulitan dari segi materi, beranggapan kalau memiliki banyak materinya berupa uang, harta benda,pangkat dan jabatan, maka ia akan bahagia. Tapi ternyata tidak sedikit orang memiliki materi berlimpah, ternyata tidak dapat merasakan bahagia, bahkan untuk tidurpun begitu sulit.

Materi memang suatu daya tarik yang luar biasa bagi manusia  yang tidak dapat dipungkiri. Mari kita sama – sama pahami firman Allah subhanahu wata’ala, dalam Al-Quranul karim :

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ ٱلشَّهَوَٲتِ مِنَ ٱلنِّسَآءِ وَٱلۡبَنِينَ وَٱلۡقَنَـٰطِيرِ ٱلۡمُقَنطَرَةِ مِنَ ٱلذَّهَبِ وَٱلۡفِضَّةِ وَٱلۡخَيۡلِ ٱلۡمُسَوَّمَةِ وَٱلۡأَنۡعَـٰمِ وَٱلۡحَرۡثِ‌ۗ ذَٲلِكَ مَتَـٰعُ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا‌ۖ وَٱللَّهُ عِندَهُ ۥ حُسۡنُ ٱلۡمَـَٔابِ

Dijadikan indah pada [pandangan] manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik [surga]

Ayat ini menjelaskan bahwa setiap diri manusia memang memiliki ketertarikan pada materi dan zahiriah kehidupan. Kita semua merasakan itu bukan ?. Namun diakhir ayat qur an tersebut, Allah Azza wajalla mengingatkan kita semua bahwa ada kebahagian hakiki kelak setelah dunia yang fana berakhir, yaitu kenikmatan surga yang Allah subhanahu wata’ala sediakan. Kemudian lebih detail menjelaskan pada ayat berikutnya.

قُلۡ أَؤُنَبِّئُكُم بِخَيۡرٍ۬ مِّن ذَٲلِڪُمۡ‌ۚ لِلَّذِينَ ٱتَّقَوۡاْ عِندَ رَبِّهِمۡ جَنَّـٰتٌ۬ تَجۡرِى مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَـٰرُ خَـٰلِدِينَ فِيهَا وَأَزۡوَٲجٌ۬ مُّطَهَّرَةٌ۬ وَرِضۡوَٲنٌ۬ مِّنَ ٱللَّهِ‌ۗ وَٱللَّهُ بَصِيرُۢ بِٱلۡعِبَادِ

Katakanlah: “Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu ( Dunia dan isinya )?” Untuk orang-orang yang bertakwa, tersedia pada sisi Tuhan mereka berupa surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dimana mereka  kekal di dalamnya. Dan di dalam surga itu disediakan isteri-isteri yang disucikan serta dalam keridhaan Allah. Dan Allah maha memperhatikan terhadap hamba – hamba-Nya.

Siapa hamba – hamba-Nya Allah yang mendapatkan perhatian Allah itu ? mari kita lanjutkan ayat berikutnya

ٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَآ إِنَّنَآ ءَامَنَّا فَٱغۡفِرۡ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

( Hamba – hamba yang mendapatkan perhatian dari Allah azza wajalla ) adalah yang menyatakan ( di dalam do’anya )  “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka

ٱلصَّـٰبِرِينَ وَٱلصَّـٰدِقِينَ وَٱلۡقَـٰنِتِينَ وَٱلۡمُنفِقِينَ وَٱلۡمُسۡتَغۡفِرِينَ بِٱلۡأَسۡحَارِ

ya’ni : orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap ta’at, yang menafkahkan hartanya [di jalan Allah], dan yang memohon ampun di waktu sahur

bersambung …..

Penulis : Abi rayyan