Sejarah Baitullah

Umroh

Bagi kalangan umat Islam sebutan Ka’bah merupakan sesuatu yang sangat akrab dilisan dan dihatinya. Betapa tidak bahwa setelah turun wahyu Allah kepada nabi besar Muhammad sallallahu alaihi wasallam untuk menghadap Baitullah di Al-haram, maka bagi kaum muslimin setiap melakukan sholat terdapat perintah untuk menghadap Qiblat, yaitu menghadap ke ka’bah.

قَدۡ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجۡهِكَ فِى ٱلسَّمَآءِ‌ۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبۡلَةً۬ تَرۡضَٮٰهَا‌ۚ فَوَلِّ وَجۡهَكَ شَطۡرَ ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِ‌ۚ وَحَيۡثُ مَا كُنتُمۡ فَوَلُّواْ وُجُوهَكُمۡ شَطۡرَهُ

Artinya : Sungguh Kami [sering] melihat mukamu menengadah ke langit [4], maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya.  Q.S.Al-baqarah : 144 )

Ka’bah merupakan rumah tempat peribatan yang mula – mula dibangun di Bumi atas kehendak Allah rabbul izzati.

إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِّلْعَالَمِينَ

Artinya : “Sesungguhnya rumah yang pertama kali dibangun untuk peribadatan manusia adalah Baitullah di Makkah ( Bakkah ) yang diberkahi serta menjadi petunjuk bagi semua manusia.” (QS. Al Imron : 96)

Dalam sejarah ada yang menukilkan, bahwa Ka’bah pada awal mulanya adalah dibagun oleh para malaikat, 2000 tahun sebelem nabiullah adam diciptakan. Hal tersebut melalui suatu peristiwa, dimana Allah subhanahu wata’ala menginformasikan kepada para Malaikat-Nya, bahwa akan diciptakan seorang kholifah dipermukaan bumi dunia. Namun teradapat diantara beberapa para Malaikat mepertanyakan tentang kelayakan khalifah dari jenis manusia. Hal tersebut disebabkan, menurut para Malaikat tersebut bahwa manusia kelak di muka bumi akan mendatangkan mudhorat diantara manusia itu sendiri.

وَإِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَـٰٓٮِٕكَةِ إِنِّى جَاعِلٌ۬ فِى ٱلۡأَرۡضِ خَلِيفَةً۬‌ۖ قَالُوٓاْ أَتَجۡعَلُ فِيہَا مَن يُفۡسِدُ فِيہَا وَيَسۡفِكُ ٱلدِّمَآءَ وَنَحۡنُ نُسَبِّحُ بِحَمۡدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ‌ۖ قَالَ إِنِّىٓ أَعۡلَمُ مَا لَا تَعۡلَمُونَ

Artinya : Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan [khalifah] di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. ( Al Baqorah : 30 )

Setelah peristiwa dialogis antara Allah robbul izzati dengan para Malaikat-Nya, maka Allah perintahkan agar malaikat turun ke bumi untuk membuat Ka’bah yang mulia untuk tempat peribadatan manusisia. Ka’bah yang dibangun bumi sama bentuk dan fungsiunya sebagaimana Baitullah di Baitul Makmur sebagai tempat thowafnya para Malaikat.

Setelah sekian lama nabiullah Adam Alaihissalam dan para – nabi lainnya berkehidupan di bumi, maka sampailah pada zaman nabiullah Ibrahim alihissalam.

Dalam sejarah, bahwa salah seorang isteri nabiullah Ibrahim alihissalam yang bernama Siti Hajar alaihassalam, adalah bertempat tinggal digurun pasir dekat dengan Baitullah yang mulia, dimana pada waktu itu Baitullah yang mulia tersebut sudah dalam kondisi tidak terawat.

Siti Hajar alaihassalam melahirkan seorang putranya bernama nabiyullah Islamail alaihissalam ditempat tersebut, ya’ni saat ini tempat tersebut posisinya adalah disamping sumur zam – zam.

Setelah nabiyullah Ismail tumbuh dewasa, maka Allah memerintahkan kepada nabiullah Ibrahaim untuk membangun kembali ka’bah yang mulia untuk beribadah kepada Allah subhanahu wata’la. Maka nabiullah Ibrahim bersama putranya nabiyullah ismail alaihissalam, mereka membangun kembali ka’bah yang mulia. Setelah selesai membangunkannya yang dipandu oleh para Malaikat Allah, maka mereka berdua melakukan Thowaf dan berdoa kepada Allah rabbul izzati di ka’bah mulia tersebut.

وَإِذۡ يَرۡفَعُ إِبۡرَٲهِـۧمُ ٱلۡقَوَاعِدَ مِنَ ٱلۡبَيۡتِ وَإِسۡمَـٰعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلۡ مِنَّآ‌ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡعَلِيمُ

Artinya :Dan [ingatlah], ketika Ibrahim meninggikan [membina] dasar-dasar Baitullah bersama Isma’il [seraya berdo’a]: “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami [amalan kami], sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” ( Q.S.Al Baqarah 127 )

رَبَّنَا وَٱجۡعَلۡنَا مُسۡلِمَيۡنِ لَكَ وَمِن ذُرِّيَّتِنَآ أُمَّةً۬ مُّسۡلِمَةً۬ لَّكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبۡ عَلَيۡنَآ‌ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ

Artinya : Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan [jadikanlah] di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. ( Q.S.Al Baqarah 128 )

رَبَّنَا وَٱبۡعَثۡ فِيهِمۡ رَسُولاً۬ مِّنۡہُمۡ يَتۡلُواْ عَلَيۡہِمۡ ءَايَـٰتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلۡكِتَـٰبَ وَٱلۡحِكۡمَةَ وَيُزَكِّيہِمۡ‌ۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ

Artinya : Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab [Al Qur’an] dan Al-Hikmah [As-Sunnah] serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. ( Q.S. Al Baqarah 129 )

bersambung….