Beberapa keistimewaan Nabi Muhammad Sallallahualaihi wasallam

Dalam Al quranul karim, Allah subhnahu wataala, berfirman :

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

Artinya : Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.  ( Q.S. Attoubah, ayat  128 )

Dalam ayat Al quran di atas menjelaskan beberapa keistimewaan yang dimiliki Nabi Muhammad Sallalahu’alaihi wasallam,  diantaranya, yaitu :

  1. Rangkaian kalimat رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ.  Yang menjelaskan bahwa nabi merupakan dari galongan manusia.  Tentu dimana nabi Muhammad Sallahu alaihi wasallam adalah manusia yang memiliki sifat – sifat yang agung.  Hal ini tergambarkan pada pola dakwahnya yang sangat menyesuaikan dengan karakter dasar ( azali ) manusia itu sendiri. Baginda Nabi sangat menghormati sesama manusia terhadap sesama manusia sekalipun belum beriman kepada Allah subhanahu wata’la dan rasul-Nya.  Dalam berdakwah selain sangat memperhatikan hak – hak dasar manusia, juga dakwah itu beliau lakukan melalui pendekatan humanis, psikologis dan sosiologis.
  2. Nabi Muhammad Sallallahu ‘alaihi wasallam memiliki sifat empati yang sangat tinggi kepada semua manusia ( عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ ). Dimana Baginda nabi mengetahui dengan dengan jelas, bahwa manusia akan mengalami suatu penderitaan dan kehinaan bila tidak menjalankan aturan yang telah Allah subhanahu wata’ala tetapkan. Dengan demikian, nabi Muhammad sangat sungguh – sungguh mengajak manusia ke jalan Allah dalam rangka  untuk keselamatan dunia dan akhirat. ( Q.S. Ali Imran, ayat 112 ). Materi dakwah yang dilakukan, meliputi tentang ketauhidan, syariah, muamalah dan siasiyah  sesuai firman Allah subhanahu wata’ala. Dakwah yang dijalankan nabi adalah semata – mata dalam rangka menata  akhlaq manusia kepada Allah subhanahu wataala dan juga akhlaq kepada sesama manusia bahkan terhadap alam semesta. Nabi sangat memahami tentang hak – hak asasi manusia bahkan dalam peperangan yang kaum mukminin menangkan sekalipun, dimana nabi sama sekali tidak pernah memperlakukan musuh yang sudah kalah dengan cara semena – mena. Dalam kepemimpinannya baik sebagai rasul-Nya Allah subhanahu wata’ala maupun sebagai kepala Negara dan kepala pemerintahan, nabi sangat disiplin menjaga hak – hak setiap orang dan memiliki kebijaksanaan yang sangat tinggi. Bahkan sejak Nabi masa remajanya sudah dikenal dengan gelar Al Amin ( Orang dapat dipercaya ).
  3. Nabi Muhammad Sallallahu alaihi wasallam memiliki kesungguhan dan ketulusan yang sangat tinggi dalam mengajak manusia agar manusia beriman kepada Allah subhanahu wataala dan Rasul-Nya serta menta’ati segala perintah dan larangan. Dalam memperjuangkan keimanan pada kalangan umatnya Nabi rela menderita sejak fase Makkah hingga beliau wafat.
  4. Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam memiliki sifat kasih sayang yang sangat tinggi kepada ummatnya. Nabi lebih mengutamakan kebahagian ummatnya di atas segala – galanya. Kasih sayang nabi kepada umatnya begitu konsisten, bahkan diakhir hayatnyapun nabi masih menyebut – nyebut : ummatiy – ummatiy ( Ummat-ku – Ummat-ku )

Akhirul kalam, marilah kita berdoa kepada Allah subhanhu wata’ala untuk keselamatan dunia wal akhirah :

اَللهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ.

اَللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِىْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ

Latin : “Allahumma inna nas aluka salamatan fiddiini wa ‘aafiyatan fil jasadi waziaadatan fil’ilmi wabarakatan firrizqi wataubatan qablal maut warahmatan ‘indal maut wamaghfiratan ba’dal maut allahumma hawwin’alainaa fii sakaraatil maut wa najjata minanaari wal’afwa indal hisaab

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu keselamatan ketika beragama, kesehatan badan, limpahan ilmu, keberkahan rezeki, taubat sebelum datangnya maut, rahmat pada saat datangnya maut, dan ampunan setelah datangnya maut.”

Ya Allah, mudahkanlah kami dalam menghadapi sakaratul maut, berikanlah kami keselamatan dari api neraka, dan ampunan pada saat hisab

Penulis : Teungku Marzuki

Publikasi artikel ini, atas dukungan ” Lembaga Donatur ” ▶Klik lihat

Spread the love
Bogor, No 8 Cirimekar Kec. Cibinong Kab. Bogor - Indonesia. Mobile : +62 813-1484-0715 Email : sakinahmandiri@yahoo.com Kuasa Hukum Perusahaan : Marzuki & Associates " Advocates & Consultant