Ciri – ciri orang yang merugi

Setiap diri manusia hampir dapat dipastikan tidak ada yang berkeinginan mengalami kerugian dalam hal apapun juga. Namun terkadang manusia dalam mengartikan itu hanya sebatas pada materi semata. Adapun dalam pandangan Islam terdapat beberapa indikasi, dimana seseorang akan menagalami kerugian yang sesungguhnya, diantaranya :

Pertama, Orang yang mengikuti jalan syaithon dalam pola berfikir, bersikap dan berperilaku sehari – hari

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَتَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ وَمَن يَتَّبِعْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah- langkah syaitan. Barangsiapa mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. [An-Nuur/24: 21]

Syaithon merupakan makhluk yang telah dimurkai Allah subhanahu wata’ala dikarenakan prilakunya yang menyimpang dari jalan kebenaran.  Penyimpangan yang dilakukan syaithon dimulai menampakan kesombongannya dimana syaithon itu menentang Allah dengan tidak mau menghormati manusia yang Allah ciptakan yaitu nabiullah Adam alaihissalam.
Dalam Al-Qur’an. S. Al A’raf ayat 11, Allah menerangkan :

وَلَقَدْ خَلَقْنَاكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنَاكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلائِكَةِ اسْجُدُوا لآدَمَ فَسَجَدُوا إِلا إِبْلِيسَ لَمْ يَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ

Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada Para Malaikat: “Bersujudlah kamu kepada Adam”, Maka merekapun bersujud kecuali Iblis. Dia tidak Termasuk mereka yang bersujud.

Prilaku kesombongan yang dipertontonkan oleh Syaithon /Iblis tidak hanya berhenti pada masa nabi Adam alaihissalam, namun terus menerus sampai hari kiamat.

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ﴿١٦﴾ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

Iblis menjawab, ‘Karena Engkau telah menghukumku tersesat, maka saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan-Mu yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur. [Al-A’râf/7:16-17]

Oleh sebab itu, jika manusia tidak berhati – hati dengan godaan syaitan, maka manusia itu akan mengalami kerugian yang nyata

وَمَنْ يَتَّخِذِ الشَّيْطَانَ وَلِيًّا مِنْ دُونِ الله فَقَدْ خَسِرَ خُسْرَانًا مُبِينًا

Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia akan menderita kerugian yang nyata. [ QS. An Nisa’ : 119 ].

Keduan, orang – orang yang mengikuti ajakan /atau prilaku buruk dari temannya dalam pergaulan.

Manusia yang merupakan sebagai makhluk sosial tidak dapat menghindari pergaulan sesama manusia, mulai dari pergaulan dalam lingkup keluarga, tetangga, lingkungan sekolah, organisasi dan lingkungan kerja.

Persahabatan tentu tidak dilarang dengan siapapun, namun dapat dipastikan bahwa ada teman – teman yang baik dan juga tidak jarang ada teman – teman yang tidak baik dan menjerumuskan pada perilaku tidak terpuji.

Nabi Muhammad Sallahua’laihi wasallam bersabda :

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة

Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

Agar seseorang terhindar dari suatu kerugian yang disebabkan oleh perilaku buruk temannya, diperlukan kejelian dan selektif dalam mengikuti ajakan /atau pengaruh dari teman pergaulannya yang tidak baik.

وَقَيَّضْنَا لَهُمْ قُرَنَاءَ فَزَيَّنُوا لَهُمْ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَحَقَّ عَلَيْهِمُ القَوْلُ فِي أُمَمٍ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِمْ مِنَ الجِنِّ وَالإِنْسِ إِنَّهُمْ كَانُوا خَاسِرِينَ

Dan Kami tetapkan bagi mereka teman-teman yang menjadikan mereka memandang bagus apa yang ada di hadapan dan di belakang mereka dan tetaplah atas mereka keputusan azab pada umat-umat yang terdahulu sebelum mereka dari jinn dan manusia, Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang merugi. [ QS. Fusshilat : 25 ].

Ketiga, Orang – orang yang mengikuti pola pikir, sikap dan tindakan orang yang kafir kepada Allah

Antara orang yang mukmin dengan orang – orang yang kafir itu memiliki perbedaan yang sangat mendasar baik itu dari sisi aqidah, syariah dan akhlak. Adapun perbedaan tersebut tidak dapat didasarkan pada perasaan dan akal semata, karena perbedaan tersebut baru dapat dipahami dengan benar, jika seorang mukmin memiliki ilmu pengetahuan yang benar tentang iman, islam dan ihsan.

Mengikuti pola pikir, sikap dan prilaku orang yang kafir kepada Allah  akan mengalami kerugian yang besar bagi seorang mukmin.

Allah Ta’ala berfirman,

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 120)

وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 120)

Bagi mukmin diperlukan selalu waspada agar tidak terpengaruh dengan pola pikir, sikap dan prilaku kekafiran yang merugikan. Namun demikian bukan berarti mukmin tidak boleh bergaul dengan mereka. Bergaul dengan orang yang kafir itu tidak dilarang, hanya tidak diperbolehkan mengikuti cara – cara mereka yang yang bertentangan dengan tatanan Islam yang terdapat dalam Al quran dan hadits – hadits nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam.  Jika seorang mukmin tidak berhati – hati, maka akan mengalami suatu kerugian yang besar.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنْ تُطِيعُوا الَّذِينَ كَفَرُوا يَرُدُّوكُمْ عَلَى أَعْقَابِكُمْ فَتَنْقَلِبُوا خَاسِرِينَ

Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mentaati orang-orang yang kafir itu, niscaya mereka mengembalikan kamu ke belakang (kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang rugi. [ QS. Ali ‘Imran : 149 ].

Ke-empat, orang – orang yang selalu disibukan dengan kesenangan dunia hingga melanggar ketentuan Allah

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ الله وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الخَاسِرُونَ

Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian Maka mereka Itulah orang-orang yang merugi. [ QS. Al Munafiqun : 9 ].

Kelima, Orang – orang yang meremehkan sholat

أن أَوَّلَ ما يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يوم الْقِيَامَةِ من عَمَلِهِ صَلَاتُهُ فَإِنْ صَلُحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ

Sesungguhnya yang pertama kali dihisab dengannya seorang hamba pada hari kiamat pada amalnya adalah shalatnya. Maka jika baik, ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika rusak maka ia telah gagal dan rugi. [ HR. An Nasa’I dan At Turmudzi ].

Wallahu alam bissawab

Penulis : Teungku Marzuki

Publikasi artikel ini, atas dukungan ” Lembaga Donatur ” ▶Klik lihat

Spread the love
Komplek Niaga Roko Graha Cibinong Blok C no 8-B Kab. Bogor - Indonesia. Mobile : +62 813-1484-0715 Email : sakinahmandiri@yahoo.com Kuasa Hukum Perusahaan : Marzuki & Associates " Advocates & Consultant