Fitnah..dausa yang abadi

Fitnah…… ?

Pernahkan Anda merasa difitnah ? Lalu apa yang Anda rasakan ketika Anda berada dalam situasi difitanah orang lain ?

O ya, sebelum kita mengurai lebih dalam tentang fitnah, mari kita lihat makna dari fitnah itu sendiri.

Fitnah (الفِتْنَةُ) merupakan lafaz masdar dari bahasa arab, dimana kata kerjanta adalah Fatana yang berati membakar

Makna lain dari kata fitnah (الفِتْنَةُ) secara harfiyah adalah cobaan atau ujian

Adapun secara istilah Fitnah adalah merupakan suatu informasi buruk yang disebarkan oleh seseorang terhadap orang lain, dimana orang yang difinah tersebut sesesungguhnya tidak melalakukan perbuatan /hal buruk sebagaimana disebarkan oleh Pihak yang menyebarklan fitnah tersebut

Dalam kesempatan ini pembahasan tentang fitnah dibatasi hanya pada penyebaran hal buruk oleh seseorang terhadap orang lain.

Penyebab terjadinya fitnah :

  1. Pihak yang menyebar fitnah tidak memiliki pendirian sebagai seorang mukmin
  2. Pihak yang menyebar fitnah tidak memiliki akhlaqul karimah ( Akhlaq mulia )
  3. Penyebar fitnah terdapat kebencian dan kedengkian dalam dirinya berupa penyakit rohani
  4.  Memiliki keinginan untuk mendapatkan kekuasaan dan kehormatan dengan cara yang tidak terpuji
  5. Fitnah sering terjadi karena persaingan dalam praktek bisnis dan atau politik yang tidak sehat
  6. Pihak yang menyebar fitnah mempunyai kekurangan dirinya yang dikhawatirkan tidak mampu bersaing dengan Pihak lainnya, sehingga melakukan penyebaran  fitnah dalam rangka untuk mendapatkan simpati dan atau dukungan kepada dirinya
  7. Penyebar fitnah biasanya memiliki emosional yang tidak stabil

Bahayanya fitnah

  1.  Pihak yang menyebarkan fitnah terkadang hanya ingin mendapatkan suksesi pada jangka pendek. Sedangkan Pihak yang difitnah basa jadi nama baiknya akan tercemar sepanjang waktu. Terlebih orang yang difitnah tidak mendapatkan kesempatan untuk memberikan klarifikasi terhadap informasi fitnah yang tersebar.
  2. Fitnah yang tersebar tidak hanya merugikan pribadi seorang yang difitnah, akan tetapi akan berakibat pada keluarga dan lingkungannya. Orang yang terkena fitnah bisa jadi akan berakibat pada sikap lingkungan dalam memperlakukannya dalam hubungan sosial, bisnis dan politik
  3. Apabila fitnah menimpa tokoh politik, Tokah sosia, tokoh Agama, maka akan terjadi pertarungan efek yang tidak sehat. bahkan bisa mengancam sistem perpolitikan, toleransi beragama dan kenyamanan hubungan sosial di sebuah organisasi bahkan dalam bernegara sekalipun

Dousa Fitnah

  1. Menyebarkan fitnah merupakan dausa yang dikatagorikan sebagai dausa sesama manusia atau dalam kitab para ulama disebutkan sebagai dausa adamy. Dimana dausa adamy adalah dausa yang sulit untuk terampuni ( karhun ). Sehingga dausa fitnah dapat menjadi dausa abadi hingga bertemu dengan Allah subhanahu wataa’ala.
  2. Dausa fitnah tidak hanya ditanggung oleh orang yang melakukannya, akan tetapi juga yang menyebarkannya serta orang – orang yang mempercayainya

Allah subhanahu wataala, berfirman dalam Qur anul karim :

“Wahai orang yang beriman jauhilah kebanyakan dari prasangka, (sehingga kamu tidak menyangka sangkaan yang dilarang) karena sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa dan janganlah sebagian kamu menggunjing setengahnya yang lain. Apakah seseorang dari kamu suka memakan daging saudaranya yang telah mati? ( Jika demikian kondisi mengumpat) maka sudah tentu kamu jijik kepadanya. (Jadi patuhilah larangan-larangan tersebut) dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (Q. S. Al-Hujarat : 12).

——- bersambung ————-

Penulis : Teungku Marzuki

Publikasi artikel ini, atas dukungan ” Lembaga Donatur ” ▶Klik lihat

Spread the love
Bogor, No 8 Cirimekar Kec. Cibinong Kab. Bogor - Indonesia. Mobile : +62 813-1484-0715 Email : sakinahmandiri@yahoo.com Kuasa Hukum Perusahaan : Marzuki & Associates " Advocates & Consultant