Hakikat Syukur

Syukur … .

Kata syukur sudah sangat akrab pada kalangan masyarakat baik yang beragama Islam maupun masyarakat umum lainnya.

Lalu apa pengertian syukur yang sebenarnya ?

Ayo kita pahami makna syukur yang sesungguhnya.

Syukur merupakan kosa kata dari bahasa arab (شُكُوْر) yang merupakan bentuk mashdar dari kata kerja syakarayasykuru —  syukranwa syukuran – wa syukranan (شَكَرَ – يَشْكُرُ – شُكْرًا – وَشُكُوْرًا– وَشُكْرَانًا). Secara harfiah yang artinya terimakasih, memuji tentang suatu kebaikan, berisi penuh sesuatu.

Pertama, syukur yang berarti mengakui dengan hati ( Qolbu ) setelah merasa telah mendapatkan sesuatu dari Allah subhanahu wataala berupa kenikmatan yang berbentuk materi dan atau non materi

Kedua, syukur adalah merupakan ungkapan lisan yang diucapkan dalam bahasa arab atau dapat diucapkan dalam bahasa ajam ( selain bahasa arab )

Ungkapan syukur yang langsung ditujukan kepada kholik ya’ni Allah subhanahu wata’ala, telah termaktub dalam alquranulkarim, hadits – hadits nabi Sallallahu alaihi wasallam, diantaranya :

Surat alfatihah, ayat 2 :

ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِينَ

ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

مَـٰلِكِ يَوۡمِ ٱلدِّينِ

Artinya : Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam (3) Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, (4) Yang menguasai hari pembalasan

Al baqoroh.172

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.

Ungkapan syukur kepada sesama manusia dapat diungkapkan melalui bahasa – bahasa yang dipahami oleh masing – masing orang,

Dalam bahasa arab sering diungkap dengan kata –kata :

Syukran yang berarti terimakasih,

Jazakallahu  yang berarti semoga Allah membalas dengan kebaikan kepada mu

Sedang dalam bahasa Indonesia, sering digunakan 

Terimakasih, Terimakasih banyak, kami berterimakasih

Berterimakasih kepada sesama manusia atas kebaikannya merupakan suatu perintah dari Allah subhanahu wata’ala, karena kenikmatan yang Allah berikan juga salah satu caranya melalui perantara manusia /ataupun makhluk – mahkluk Allah lainnya

Kehadiran seseorang di alam dunia ini adalah kehendak Allah subhanahu wata’ala melalui perantara orang tuanya. Oleh karena itu Allah subahanhu wata’ala memerintahkan untuk bersyukur kepada-Nya dan juga kepada kedua orang tua

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

Artinya : “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa … ” [an-Nisâ`/4:36].

سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ قَالَ الصَّلَاةُ عَلَى وَقْتِهَا قَالَ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ قَالَ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

Artinya : “Aku bertanya kepada Nabi; “Amalan apakah yang paling utama?” Beliau menjawab,”Shalat pada waktunya.” Aku bertanya lagi: “Kemudian apa lagi?” Beliau menjawab,”Berbakti kepada kedua orang tua.” Aku bertanya lagi: ”Kemudian apa lagi?” Beliau menjawab,”Berjihad di jalan Allah.”

وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ۚ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Artinya : “Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”.[Luqmân/31:15].

Selain kepada orang tua, tentu sudah pasti selama ini banyak manusia telah mendapatkan kenikmatan melalui perantara manusia lain, semisal :

  • Orang sakit melalui perantara dokter kembali menjadi sehat,
  • Pelajar mendapatkan ilmu pengetahuan, melalui perantara guru –gurunya
  • Isteri mendapatkan kenyamanan melalui perantara kasih sayang suaminya, demikian juga sebaliknya, dimana suami mendapatkan kebahagian melalui perantara cinta seorang isterinya
  • Mendapatkan bahan pokok yang diperlukan melalui perantara para petani, pedagang dan pendistribusi yang terus mereka lakukan sehingga menjadi mudah untuk mendapatkannya
  • Rakyat mendapatkan keamanan, ketertiban serta kenyamanan atas dasar aturan dan kebijakan para eksekutif, legislative, yudikatif, dan aparatur pemerintah lainnya sebagai regulator dalam suatu Negara
  • Umat mendapatkan hidayah iman serta Islamnya tentu melalui perantara Rasul, ulama, da’i, muballiq yang terus menerus menjalankan dakwahnya

Untuk itu setiap kenikmatan yang didapatkan, maka sudah seharusnya bersyukur kepada Allah sebagai sumber kenikmatan dan bersyukur ( berterimakasih kepada sesama manausia ) sebagai perantaranya.

Ketiga, bersukur dalam bentuk suatu perilaku, diantaranya :

  • Memiliki perinsip pada setiap diri manusia bahwa menyembah serta memohon pertolongan  hanyalah kepada Allah subhanahu wa’taala sebagai sang kholik
  • Melakukan kebaikan serta meninggalkan kemungkaran
  • Meyebarkan kebaikan serta mengajak umat manusia ke jalan Allah subahanahu wataala
  • Memanfaatkan alam semesta secara layak, baik serta halal
  • Menjaga kelestarian alam semesta dari berbagai kerusakan
  • Berperilaku santun, harmonis, saling membantu sesama untuk kenyamanan, keamanan, kemakmuran, keadilan dan kebahagian dalam berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta membangun hubungan baik dengan masyarakat internasional sesuai ketentuan Allah dan rasul-Nya

Bersyukur sangatlah bermanfaat untuk menata masa depan yang lebih baik,

وَإِذۡ تَأَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَٮِٕن شَڪَرۡتُمۡ لَأَزِيدَنَّكُمۡ‌ۖ وَلَٮِٕن ڪَفَرۡتُمۡ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ۬

Artinya : Dan [ingatlah juga], tatkala Tuhanmu mema’lumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah [ni’mat] kepadamu, dan jika kamu mengingkari [ni’mat-Ku], maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” ( Q.S. Ibrahim, Ayat 7 )

Publikasi artikel ini, atas dukungan Lembaga Donatur ” ▶Klik lihat

Spread the love
Komplek Niaga Roko Graha Cibinong Blok C no 8-B Kab. Bogor - Indonesia. Mobile : +62 813-1484-0715 Email : sakinahmandiri@yahoo.com Kuasa Hukum Perusahaan : Marzuki & Associates " Advocates & Consultant