Rubah mustahiq jadi muzakky

Pada setiap akhir ramadhan populer dua istilah dalam berzakat, yaitu muzakky dan mustahiq. Adapun Muzakky adalah golongan orang – orang yang berkewajiban mengeluarkan zakat baik itu zakat maal maupun zakat fitrahnya.

Sebutan Muzakky ( golongan orang – orang yang berkewajiban mengeluarkan zakat baik itu zakat maal maupun zakat fitrahnya ) menggambarkan bahwa orang – orang tersebut merupakan golongan mampu /mapan.

Sedangkan sebutan Mustahiq ( Orang – orang yang berhak menerima zakat ) adalah menggambarkan bahwa mereka adalah orang – orang yang kurang mampu dari segi ekonomi. Gambaran tersebut khususnya golongan fakir dan miskin.

Khususnya golongan fakir dan miskin, dimana mereka memang berhak menerima bagian dari zakat baik itu zakat maal maupun zakat fitrah. Mungkinkah jika pada tahun ini orang – orang yang berhak menerima zakat ( Mustahiq ) khususnya kalangan fakir dan miskin, dimana pada tahun akan datang, mereka berubah statusnya dari mustahiq menjadi muzakky ?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari kita lihat dari makna zakat itu sendiri, yaitu bertambah (الزِّيَادَةُ) , berkembah /tumbuh (النَّمَاءُ ) , keberkahan (بَرَكة ) , perbaikan (صلاح ) dan pujian (زكّى ), disamping zakat itu bermakna suci (زكّى ) dan pujian (زكّى )

Makna zakat secara harfiah di atas tidak lepas dari tujuan zakat itu sendiri adalah memenuhi kebutuhan orang – orang yang berhak menerima zakat. Secara umum, seseorang memiliki kebutuhan jangka pendek dan juga kebutuhan yang berkelanjutan. Untuk itu, apabila orang – orang yang tergolong mustahiq pada tahun tahun ini khususnya fakir dan miskin, lalu pada tahun akan datang juga masih tetap menjadi mustahiq ( fakir dan miskin ), maka fungsi zakat yang diterima pihak yang bersangkutan hanya menutupi kebutuhan sesaat saja ( kebutuhan jangka pendek ), padahal dengan zakatnya para muzakky sangat mungkin membantu para mustahiq memenuhi kebutuhan jangka pendek dan kebutuhan yang berkelanjutan, bahkan merubah mustahiq menjadi  muzakky.

Untuk merubah mustahiq khususnya fakir dan miskin menjadi muzakky, perlu adanya perubahan paradigma cara mengeluarkan dan mengelola zakat itu sendiri. Para muzakky tidak hanya berfikir sebatas kewajiban mengeluarkan zakatnya, akan tetap lebih dari itu perlu memikirkan fungsi dari zakat yang dikeluarkannya.

Seorang muzakky ketika akan mengeluarkan zakat terutama zakat maal, maka perlu disetting agar zakat yang dikeluarkannya itu berfungsi untuk membantu menutupi kebutuhan jangka pendek dan juga kebutuhan yeng berkelanjutan bagi mustahiq. Semisal seseorang mustahiq yang tidak memiliki pekerjaan ( mengangur ), sehingga yang bersangkutan berstatus fakir /atau miskin, maka pihak muzakky dapat memberikan zakatnya dengan nominal yang mencukupi untuk modal usaha bagi fakir /atau miskin tersebut.

Apabila muzakky memandang jumlah zakat yang wajib dikeluarkannya tidak mencukupi untuk modal usaha walau hanya bagi satu orang fakit /atau miskin saja, maka bisa saja bergabung beberapa orang muzakky, sehingga nominal zakat yang terkumpul mencukupi untuk modal usaha bagi fakir /atau miskin walau hanya untuk beberapa orang saja.

Disamping memberikan zakat dengan jumlah tertentu yang dapat dipergunakan oleh fakir /miskin untuk modal usaha mereka, juga penting mengajarkan /mengarahkan fakir /miskin tentang tatacara menjalankan usaha mereka agar berhasil baik.

Allah subahanhu wataala dalam Al quranul karim berfirman :

وَتَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡبِرِّ وَٱلتَّقۡوَىٰ‌ۖ وَلَا تَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡإِثۡمِ وَٱلۡعُدۡوَٲنِ‌ۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ‌ۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ

Artinya : Dan tolong-menolonglah kamu dalam [mengerjakan] kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.( Q.S. Almaidah, ayat 2 )

Mengeluarkan zakat dengan cara pengelolaan yang baik serta berorientasi membantu memenuhi kebutuhan fakir dan miskin untuk jangka pendek dan berkelanjutan, maka akan dapat merubah status mustahiq menjadi uzakky pada masa yang akan datang.  Wallahu alam bissawab

K.H. Abi Marzuki.,

Pembina Baitul Quran wat-tarbiyah Bani Rasyid

▶Baca juga uaraian tentang wajib berzakat

Publikasi artikel ini, atas dukungan ” Lembaga Donatur ” ▶Klik lihat

Spread the love
Bogor, No 8 Cirimekar Kec. Cibinong Kab. Bogor - Indonesia. Mobile : +62 813-1484-0715 Email : sakinahmandiri@yahoo.com Kuasa Hukum Perusahaan : Marzuki & Associates " Advocates & Consultant