Sholat sebagai salah satu sarana tepat untuk menata diri

Ibadah sholat lima waktu disyariatkan bagi manusia yang beriman, oleh Allah subhanahu wata’ala, tanggal 27 rajab pada peristiwa isra walmi’raj nabi besar Muhammad Sallallahu alaihi wasalam.

Adapun peristiwa isra’ walmi’raj itu sendiri menurut Ibnu Katsir rahimahullah, dalam tafsirnya Ibnu Katsir, Cetakan Dar Thoyyibah, th 1420 H, 7/164 menerangkan, bahwa peristiwa isra dan mi’raj, terjadi 1 tahun sebelum Hijriah, sebagaimana termaktub dalam kitabnya

فلما كان ليلة الإسراء قبل الهجرة بسنة ونصف ، فرض الله على رسوله صلى الله عليه وسلم الصلوات الخمس ، وفصل شروطها وأركانها وما يتعلق بها بعد ذلك ، شيئا فشيئا

Artinya : Pada malam isra’ mi’raj, tepatnya satu setengah tahun sebelum hijrah, Allah mewajibkan sholat lima waktu kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam. Kemudian secara berangsur, Allah terangkan syarat-syaratnya, rukun-rukunnya serta hal-hal yang berkaitan dengan sholat.

Perintah sholat dari Allah subahanhu wataala kepada hamba –hamba-Nya memiliki beberapa demensi, yaitu :

  1. Demensi hukum fiqh

        Sholat dari demensi hukum fiqh, bahwa dimana pelaksanaan ibadah sholat merupakan suatu kewajiban bagi setiap muslim yang mukallaf. Diantara dalil tentang perintah sholat, terdapat pada surat AnNur, ayat 56

وَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُواْ ٱلزَّكَوٰةَ وَأَطِيعُواْ ٱلرَّسُولَ لَعَلَّڪُمۡ تُرۡحَمُونَ

Artinya : Dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat, dan ta’atlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat.( Q.S. An-nur 56 )

 عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَالْحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ

Artinya : Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Islam dibangun di atas lima (tonggak): Syahadat Laa ilaaha illa Allah dan (syahadat) Muhammad Rasulullah, menegakkan shalat, membayar zakat, hajji, dan puasa Ramadhan”. [HR Bukhari, no. 8].

  1. Demensi hubungan antara Allah dengan hamba-Nya

Mendirikan shalat fardlu dan sholat masnunah merupakan salah satu sarana dimana manusia untuk menjaga hubungan yang baik antara dirinya sebagai hamba dengan Allah subahanahu wata’ala sebagai Sang kholik. Allah subhanahu wata’ala menjelaskan hal tersebut dalam al Quran,

إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلاةَ لِذِكْرِي

Artinya : Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada sesembahan selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingatku. (Q.S Thaahaa 14)

  1. Sholat ditinjau dari demensi personality

Sholat yang didirikan secara khusyu’ serta sesuai ketentuan adalah memiliki fungsi yang sangat besar dalam rangka menata prilaku seseorang agar selalu berada di jalan Allah subhanahu wata’ala serta terhindar dari maksiat dan kemungkaran.

Allah subhanahu wata’alamenjelaskan dalam Al Quranulkarim, surat Al angkabut, ayat 45, yaitu :

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

Artinya : Bacalah Kitab (Al-Qur-an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.Dan ketahuilah mengingat Allâh (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Dan Allâh mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [Al-Ankabut/29:45]

Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang tafsir ayat ini, “ Dimana sholat itu meliputi pada dua hal,yaitu :

Pertama, bahwa sholat dapat menjaga dari kemaksiatan serta kemungkaran.

Kedua, Salat salah satu sarana penting untuk selalu mengingat ( berzikir ) kepada Allah subhanahu wata’ala

Abul ‘Aliyah rahimahullah berkata, “Sesungguhnya shalat itu mempunyai tiga pokok. Setiap shalat yang tidak memiliki salah satu dari tiga pokok tersebut, maka itu bukanlah shalat.Adapun tiga hal tersebut,yaitu Ikhlas, khasy-yah dan mengingat Allâh subhanahu wata’ala.

Wallahu alam bissawab

Penulis : Teungku Marzuki

Publikasi artikel ini, atas dukungan ” Lembaga Donatur ” ▶Klik lihat

Spread the love
Bogor, No 8 Cirimekar Kec. Cibinong Kab. Bogor - Indonesia. Mobile : +62 813-1484-0715 Email : sakinahmandiri@yahoo.com Kuasa Hukum Perusahaan : Marzuki & Associates " Advocates & Consultant