Halal Tour And Travel

Tatacara berwudzuk

مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسِنُ الوُضُوْءَ خَرَجَتْ خَطَايَاهُ مِنْ جَسَدِهِ حَتَّى تَخْرُجُ مِنْ تَحْتَ أَظْفَارَهَ
Artinya:
Rasulullah bersabda, “Barangsiapa berwudhu dengan membaguskan wudhu’nya, maka keluarlah dosa-dosanya dari kulitnya sampai  kuku jari-jemarinya“. (HR. Muslim)
 
Syarat sah wudhu :
  1. Islam
  2. Mumayyiz (belum baligh tapi sudah bisa membedakan antara yang hak dan   batil)
  3. Tidak sedang berhadats besar
  4. Memakai air yang suci dan menyucikan
  5. Tidak ada yang menghalangi sampainya air ke kulit

Rukun wudhu

  1. Niat,  (yakni secara sadar menyegaja untuk berwudhu)
  2. Membasuh muka, (yaitu meratakan air daritempat  tumbuhnya rambut di bagian atas                 sampai ke dagu, dan dari daun telinga sebelah kanan hingga daun telinga sebelah kiri)
  3. Membasuh kedua tangan sampai siku
  4. Mengusap kepala
  5. Membasuh kedua kaki sampai mata kaki
  6. Tertib

Sunat wudhu

  1. Membaca Basmalah (Bismillaahir rahmaanir rahiim) ketika hendak memulai wudhu
  2. Mencuci kedua telapak tangan sampai pergelangan
  3. Berkumur-kumur
  4. Membasuh lubang hidung (memasukan / menghirup air dalam hidung)
  5. Mengusap seluruh (rambut) kepala dengan air.
  6. Mengusap kedua teinga, baik bagian luar maupun bagian dalam
  7. Mendahulukan membasuh anggota badan yang kanan dari yang kiri
  8. Menyilanga-nyilangkan jari tangan dan kaki
  9. Membasuh setiap anggota sebanyak 3 kali
  10. Muwalat: berturut – turut dalam membasuh anggota wudhu (sebelum anggota pertama kering, anggota kedua sudah di basuh)
  11. Menggosok anggota wudhu agar lebih bersih
  12. Tidak menyeka (mengeringkan) bekas basuhan
  13. Bersiwak (mengosok gigi) sebelum berwudhu)
  14. Membaca doa sesudah berwudhu
Makruh dalam berwudhu :
 
1. Berlebih-lebihan atau pelit dalam menggunakan air. Karena, hal itu bertentangan dengan as-Sunnah dan dengan keumuman dari firman Allah SWT:
 
Dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (Q.S. al-A’raf: 31) 
 
Abu Daud (96) meriwayatkan pula, bahwasanya Nabi SAW bersabda:
 
 اِنَّهُ سَيَكُوْنُ فِى هَذِهِ اْلاُمَّةِ قََوْمٌ يَعْتَدُوْنَ فِى الطَّهُوْرِ وَالدُّعَاءِ
 
Artinya : “Sesungguhnya akan ada di kalangan umat ini, suatu kaum yang berlebih-lebihan dalam bersuci dan berdo’a”.
 
2. Mendahulukan tangan dan kaki kiri daripada yang kanan
 
3. Menyeka air dengan sapu tangan, kecuali karena uzur, seperti hawa yang sangat dingin ataupun panas yang menyiksa manakala air lama berada pada tubuh, atau karena khawatir terhadap najis ataupun debunya.
 
Menurut riwayat al-Bukhari (256)_, dan Muslim (317):
 
 اَنَّهُ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اُتِيَ بِمِنْدِيْلٍ فَلَمْ يَمَسَّهُ 
 
Artinya : “Bahwasanya Nabi SAW pernah diberi secarik sapu tangan, namun beliau tidak mengusapkannya.”
 
4. Memukulkan air pada wajah. Karena, hal itu berarti tidak memuliakan wajah sendiri.
 
5. Menambah atau mengurangi dari tiga kali basuhan atau usapan dengan yakin.
 
Rasulullah SAW bersabda, sesudah wudhu
هَكَذَاالْوُضُوْءُ، فَمَنْ زَادَ عَلَى هَذَ اَوْ نَقَصَ فَقَدْ اَسَاءَ وَظَلَمَ(رواه ابو داود 135) وقال النووى فى المجموع: انه صحيح
 
Artinya : “Beginilah cara berwudhu’. Barangsiapa menambah atau mengurangi dari ini, berarti telah berbuat kesalahan dan aniaya.” (H.R. Abu Daud: 135).
 
6. Meminta bantuan orang lain membasuhkan anggota-anggota wudhu’nya tanpa uzur. Karena, hal itu memuat semacam kesombongan yang bertentangan dengan pengabdian.
 
7. Bersangatan dalam berkumur dan menghirup air ke dalam hidung bagi orang yang sedang berpuasa.
 
Karena, dikhawatirkan air akan terlanjur masuk ke leher, sehingga merusakkan puasanya. Nabi SAW bersabda:
وبالغ فى الاستنشاق الاّ ان تكُوْنُ صائما (رواه ابو داود 142
 
Artinya : “Hiruplah air ke dalam hidung dengan bersangatan, kecuali kamu sedang berpuasa.” (H.R. Abu Daud: 142)
 

Form Informasi dan konsultasi

Apabila dalam waktu 2 X 24 Jam, tidak ada jawaban, silahkan konfirmasi melalui nomor whatsApp : +6282221897286

Nama

Alamat

Nomor WhatsApp

Informasi yang diperlukan, tulis dibawah

 
 
Spread the love