Halal Tour And Travel

Thowaf Wadak

Dalam bahasa arab  ( الوداع ) wadak  artinya perpisahan. Dengan demikian berti thowaf wadak adalah thowaf yang dilakukan ketika akan meninggalkan kota Makkah Al Mukarramah.

Dasar dari perintah thowaf wadak adalah berdasar hadits nabi Sallallahu alaihi wasallam, bersumber dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma,

أُمِرَ النَّاسُ أَنْ يَكُونَ آخِرُ عَهْدِهِمْ بِالْبَيْتِ ، إِلاَّ أَنَّهُ خُفِّفَ عَنِ الْحَائِضِ

Artinya : Diperintahkan kepada manusia menjadikan akhir amalannya di Makkah adalah di Baitullah, kecuali diringankan ( dimaafkan ) dari wanita yang haid ( HR. Bukhari dan Muslim ).

Para ulama berbeda pendapat tentang persoalan thowaf wadak tersebut. Pendapat mereka diantara adalah sebagai berikut :

  1.  Thowaf wadak dipandang Wajib,

Wajib melakukan thowaf wadak, terbagi lagi kepada 2 pendapat, yaitu : Pertama, thwaf wadak diwajibkan bagi siapapun yang meninggalkan kota Makkah, baik itu berhaji, umroh dan sebab apapun juga, baik bagi penduduk asli Makkah maupun pendatang yang ingin meninggalkan kota Makkah al mukarramah.

Pendapat diwajibkan thowaf wadak sebagaimana terurai diatas adalah dikemukakan oleh ulama syafi’iyah dan hanabilah

والصحيح المشهور أنه يتوجه على من أراد مسافة القصر ودونها سواء كانت مسافة بعيدة أو قريبة، لعموم الأحاديث

Artinya : Yang Shahih lagi terkenal bahwa perintah thawaf wada’ berlaku pada siapa pun yang akan meninggalkan Mekkah, baik perjalanan sementara, jauh atau dekat sama saja, berdasarkan keumuman haditsnya .. (Al Majmu’ Syarh Al Muhadzdzab, 8/256)

Imam An Nawawi Rahimahullah berkata dalam Al Majmu’ Syarh Al Muhadzdzab:

وقال البغوي والمتولي وغيرهما: ليس طواف الوداع من المناسك، بل هو عبادة مستقلة يؤمر بها كل من أراد مفارقة مكة إلى مسافة القصر

Artinya : Al Baghawi, Al Mutawalli, dan lainnya mengatakan: thawaf wada’ bukan bagian dari manasik, tapi itu adalah ibadah yang berdiri sendiri yang diperintah atas SETIAP ORANG yang hendak meninggalkan Mekkah.

لم يخرج منها حتى يودع البيت بالطواف وجوباً على كل خارج من مكة لوطنه أو غيره على المذهب

Artinya : Tidaklah keluar dari Mekkah sampai dia melakukan wada’ kepada Baitullah dengan thawaf, itu adalah wajib atas siapa pun yang akan keluar dari Mekkah menuju negerinya atau lainnya menurut pendapat resmi madzhab. (Mathalib Ulin Nuha, 2/435)

Kedua, berpendapat bahwa thowaf wadak hanya diwajibkan bagi yang melakukan ibadah haji saja. Adapun selain jamaah haji tidak diwajibkan thowaf wadak. Pendapat tersebut dikemukan oleh ulama Hanafiyah.

وأما الحنفية فإن طواف الوداع عندهم واجب في الحج فقط.

Artinya : Ada pun Hanafiyah, Thawaf wada’ bagi mereka adalah wajib bagi Haji saja. (Selesai)

2. Sunnah

Ini adalah pendapat Malikiyah dan Hambaliyah

والمالكية وإن ذهبوا إلى أن طواف الوداع مندوب وليس واجباً إلا أنهم نصوا على أنه يندب لكل خارج من مكة ولو قدم لغير نسك كتجارة ونحوها، جاء في مواهب الجليل للحطاب

: طواف الوداع مشروع لكل من خرج من مكة مكي أو غيره، قدم لنسك أو لتجارة؛ إن خرج لمكان بعيد سواء كان بنية العودة أم لا…

Malikiyah berpendapat bahwa thawaf wada’ adalah Sunnah bukan wajib. Hanya saja mereka menyatakan kesunnahan itu berlaku untuk siapa pun yang akan keluar dari Mekkah walau kedatangannya untuk selain nusuk (ibadah), seperti dagang dan lainnya.

Disebutkan dalam Mawaahib Al Jaliil karya Imam Al Hathab:

Thawaf wada’ itu disyariatkan bagi siapa pun yang akan keluar dari Mekkah baik dia orang Mekkah atau lainnya, baik kedatangannya karena ibadah atau berdagang, walau dia ketempat yang jauh sama saja apakah dia berniat akan kembali atau tidak. (Mawaahib Al Jaliil, 3/137)

Ada pun Hambaliyah kontemporer, Syaikh Al Utsaimin Rahimahullah mengatakan bahwa thawaf wada’ adalah SUNNAH bagi jamaah Umrah:

اما المعتمر فقد اختلف العلماء في ذلك هل عليه طواف الوداع
على قولي العلماء، والأرجح أنه لا يلزمه طواف الوداع لأدلة كثيرة، لكن إذا طاف الوداع فهو أفضل

Bagi orang yg umrah para ulama berbeda pendapat tentang thawaf wada’ untuk mereka. Ada dua pendapat ulama, dan pendapat yang kuat adalah tidak mesti tawaf wada’ berdasarkan dalil-dalil yang banyak. Tapi afdhalnya memang melakukannya. (Fatawa Nuur ‘Alad Darb, 18/85)

Diatantara dua pendapat di atas, maka atas dasar kehati hatian sebaiknya mengambil pendapat yang mewajibkan thowaf wada’ sebagaimana pendapat mayoritas ulama.

ولعل القول الراجح هو قول الحنابلة والشافعية من أن طواف الوداع واجب على كل من خرج من مكة؛ إلا الحائض حتى ولو كانت المسافة دون القصر على المشهور عند الشافعية كما ذكر النووي؛ لعموم حديث ابن عباس: أمر الناس أن يكون آخر عهدهم بالبيت؛ إلا أنه خفف عن الحائض… رواه البخاري

Artinya : Barangkali pendapat yang paling kuat adalah bahwa thawaf wada’ adalah wajib atas siapa pun yang akan keluar dari Mekkah -kecuali wanita haid- bahkan yang keluarnya hanya sebentar dan pendek, sebagaimana pendapat yg masyhur dari Syafi’iyah seperti yang dikatakan Imam An Nawawi berdasarkan keumuman hadits dari Ibnu ‘Abbas Radliallahu ‘Anhuma berkata:

“Orang-orang diperintahkan agar menjadikan akhir dari perjalanan haji mereka adalah thawaf di Ka’bah Baitullah. Namun perintah ini diringankan bagi para wanita yang sedang mengalami haidh.” (HR. Al Bukhari).

Wallahu alam bissawab

 

Spread the love